Empat Perkara Baik dan yang Lebih Baik dan Empat Perkara Jelek dan yang Lebih Jelek.

Makalah Kedua : Empat Perkara Baik dan yang Lebih Baik

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن بعض الحكماء: أربعة حسن ولكن أربعة منها أحسن

Sebagian ahli bijak berkata: “Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik lagi, yaitu:

الحياء من الرجال حسن ولكنه من المرأة أحسن

Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.

والعدل من كل أحد حسن ولكنه من الأمراء أحسن

Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi

والتوبة من الشيخ حسن ولكنها من الشباب أحسن

Tobatnya kakek-kakek itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.

والجود من الأغنياء حسن ولكنه من الفقراء أحسن

Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin.”

 

Makalah Ketiga : Empat Perkara Jelek dan yang Lebih Jelek

وعن بعض الحكماء: أربعة قبيح لكن أربعة منها أقبح

Sebagian ahli bijak mengatakan: “Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek lagi, yaitu:

الذنب من الشاب قبيح ومن الشيخ أقبح

Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.

والإشتغال بالدنيا من الجاهل قبيح ومن العالم أقبح

Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang ‘Alim.

والتكسل فى الطاعة من جميع الناس قبيح ومن العلماء والطلبة أقبح

Malas beribadah itu bagi kaum awam itu jelek, namun yang lebih jelek lagi bila malas beribadah itu dilakukan kalangan ulama dan santrinya.

والتكبر من الأغنياء قبيح ومن الفقراء أقبح

Berlaku sombong bagi orang kaya adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah berlaku sombongnya orang fakir.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah kezuhudannya terhadap dunia, maka ia tidak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-4 : di Sini ….
Facebook Comments