Empat Keutamaan Amalan Sunnah dan Empat Jenis Lautan

Makalah Keenam : Empat Keutamaan Amalan Sunnah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن عبد الله بن المبارك

‘Abdullah bin Mubarak berkata:

من صلى كل يوم إثنتي عشرة ركعة فقد أدى حق الصلاة

“Barang siapa yang setiap harinya melakukan shalat sunnah Rawatib 12 raka’at, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya shalat.

ومن صام كل شهر ثلاثة أيام فقد أدى حق الصيام

Barang siapa berpuasa sunnah setiap bulan tiga hari, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya puasa.

ومن قرأكل يوم مائة آية فقد أدى حق القراءة

Barang siapa membaca Al-Qur’an setiap hari 100 ayat, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya membaca Al-Qur’an.

ومن تصدق فى جمعة بدرهم فقد أدى حق الصدقة

Barang siapa bershadaqah setiap hari Jum’ah sedirham, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya shadaqah.”

Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa shalat sunnah yang 12 raka’at itu adalah sebagai berikut:
4 raka’at sebelum shalat Zhuhur;
2 raka’at sesudah shalat Zuhur;
2 raka’at sesudah shalat Maghrib;
2 raka’at sesudah shalat Isya’; dan
2 raka’at sebelum shalat Subuh.

Mengenai shalat sunnah 4 raka’at sebelum ‘Ashar, Nabi ﷺ pernah bersabda, “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar.”

Beliau ﷺ juga mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum ‘Ashar ini dengan 2 raka’at salam 2 raka’at salam.

Dalam riwayat Thabarani disebutkan, “Barang siapa yang mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar, niscaya Allah mengharamkan tubuhnya untuk disentuh api neraka.”
Mengenai shalat sunnah Rawatib yang 12 raka’at, Nabi ﷺ pernah bersabda, “Tidaklah seorang hamba mengerjakat shalat (Rawatib) sebanyak 12 raka’at hanya karena Allah dalam setiap harinya, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Thabarani disebutkan, “Barang siapa melakukan shalat sunnah sebanyak 4 raka’at sebelum shalat Zhuhur, maka seakan-akan ia melakukan shalat tahajjud pada malam harinya sebanyak 4 raka’at. Barang siapa melakukan shalat 4 raka’at sesudah shalat ‘Isya, maka seakan-akan ia melakukan shalat 4 raka’at pada malam qadar.”

Oleh karena itu, Ibnu Mas’ud R.A mengatakan: “Tidak ada shalat sunnah pada siang hari yang bisa mengimbangi (pahala) shalat tahajjud, selain shalat sunnah 4 raka’at sebelum zhuhur. Keutamaan shalat sunnah 4 raka’at sebelum zhuhur dibandingkan shalat sunnah siang hari lainnya bagaikan shalat berjama’ah dengan shalat sendirian. Rasulullah ﷺ juga biasa mengerjakannya dengan memperlama ruku’ dan sujud.

Beliau ﷺ bersabda, “Sesungguhnya saat sekarang ini adalah saat terbukanya pintu langit. Karenanya, aku merasa senang jika pada saat sekarang ini amal shalihku naik ( ke hadapan Allah).”

Adapun yang dimaksudkan dengan puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa pada hari putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah, kcuali pada bulan dzulhijjah (karena tanggal 13 pada bulan tersebut termasuk hari Tasyrik. Oleh karena itu, khusus untuk bulan Dzulhijjah hadi putihnya adalah tanggal 14, 15, dan 16. Hikmah disunnahkannya puasa tiga hari pada setiap bulan adalah karena satu kebagikan itu dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali, sehingga jika seorang muslim berpuasa tiga hari pada setiap bulannya, maka seolah-olah ia telah berpuasa sebulan penuh pada setiap tahunnya. Demikianlah penjelasan dalam At-Tuhfah.

Membaca tujuh surah Munjiyat dalam setiap hari adalah hal yang utama. Adapun ketujuh surat Munjiyat itu adalah: Surat As-Sajjadah, Surat Yaa siin, Surat Fushshilat, Surat Ad-Dukha, Surat Al-Waki’ah, Surat Al-Hasyr, dan Surat Al-Mulk.

Disamping itu, dianjurkan juga pada waktu pagi dan sore hari untuk membaca ayat dan surat berikut sebanyak tiga kali:

  1. Beberapa ayat dari permulaan surat Al-Hadid;
  2. Beberapa ayat terakhir dari surat Al-Hasyr;
  3. Surat Ikhlas; dan
  4. Surat Al-Mu’awwidzatain, yaitu surat Al-Falak dan surat An-Naah.

 

Makalah Ketujuh : Empat Jenis Lautan

وقال عمر رضي الله عنه : البحور أربعة

‘Umar R.A mengatakan, “Lautan itu ada empat macam, yaitu:

الهوى بحر الذنوب

Lautan dosa, yaitu kecenderungan nafsu kepada keinginan yang tidak sesuai dengan aturan syara’;

والنفس بحر الشهوات

Lautan syahwat, yaitu dorongan untuk mencari kenikmatan jasmaniah;

والموت بحر الأعمار

Lautan umur, yaitu kematian; dan

والقبر بحر الندامات

Lautan penyesalan, yaitu alam kubur.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-8 : di Sini ….
Facebook Comments