Empat Kenikmatan Beribadah, Empat Keutamaan dan Kewajiban dan Empat Faktor dan Buahnya

Makalah Kedelapan : Empat Kenikmatan Beribadah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن عثمان رضي الله عنه

‘Utsman R.A pernah berkata,

وجدت حلاوة العبادة فى أربعة أشياء

“Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam Empat hal, yaitu:

أولها فى أداء فرائض الله

Ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah;

والثاني فى اجتناب محارم الله

Ketika mampu menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah;

والثالث فى الأمر بالمعروف ابتغاء ثواب الله

Ketika mampu melakukan ‘amal ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; dan

والرابع فى النهي عن المنكر اتقاء غضب الله

Ketika mampu melakukan nahyi mungkar dan menjaga diri dari murka Allah.”

 

Makalah Kesembilan : Empat Keutamaan dan Kewajiban

وقال أيضا رضي الله عنه : أربعة ظاهرهن فضيلة

“Ada empat perkara yang zhahirnya merupakan keutamaan, sedangkan batinnya merupakan kewajiban, yaitu:

وباطنهن فريضة: مخالطة الصالحين فضيلة والإقتداء بهم فريضة

Bergaul dengan orang shalih merupakan keutamaan, sedangkan mengikuti jejak langkah mereka adalah suatu kewajiban.

وتلاوة القرآن فضيلة والعمل به فريضة

Membaca Al-Kur’an adalah keutamaan, sedangkan mengamalkan kandungan Al-Qur’an adalah suatu kewajiban.

وزيارة القبور فضيلة والإستعداد لها فريضة

Ziarah kubur (ke makam orang shalih) itu merupakan suatu keutamaan, sedangkan menyiapkan bekal untuk kehidupan sesudah mati adalah suatu kewajiban

وعيادة المريض فضيلة واتخاذ الوصية منه فريضة

Menenggok orang sakit itu adalah suatu keutamaan, sedangkan menyiapkan bekal untuk kehidupan sesudah mati adalah suatu kewajiban.

Berkaitan dengan wasiat di akhir hayat, Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang terhalang (untuk mendapatkan pahala) adalah orang yang tidak berwasiat.” (HR. Ibnu Majah, dari Anas)
“Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan sempat berwasiat (kebaikan), berarti dia meninggal di atas jalan yang benar, dalam keadaan menepati sunnah, dalam keadaan bertakwa, mati syahid, dan mati dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.”

Makalah Kesepuluh : Empat Faktor dan Buahnya

وعن علي رضي الله عنه أنه قال

‘Ali R.A pernah berkata,

من اشتاق إلى الجنة سارع إلى الخيرات

“Barang siapa merindukan surga, maka ia akan bersegera dalam melaksanakan kebaikan.

ومن أشفق من النار انتهى عن الشهوات

Barang siapa takut siksa neraka, maka ia akan berhenti dari mengikuti hawa nafsunya.

ومن تيقن بالموت انهدمت عليه اللذات

Barang siapa meyakini datangnya kematian, maka ia tidak akan terlena dengan kesenangan duniawi.

ومن عرف الدنيا هانت عليه المصيبات

Barang siapa mengetahui bahwa dunia adalah negeri cobaan, maka semua musibah yang menimpanya akan terasa angin.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-11 : di Sini ….

 

Facebook Comments