Empat Keutamaan Diam dan Empat Wahyu Kepada Nabi Bani Israil

Makalah Kesebelas : Empat Keutamaan Diam

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن النبي عليه السلام أنه قال

Rasulullah ﷺ bersabda,

الصلاة عماد الدين والصمت أفضل

“Shalat adalah tiang agama, tetapi diam itu lebih utama

والصدقة تطفى عضب الرب والصمت أفضل

Sedekah dapat memadamkan murka Rabb, tetapi diam itu lebih utama.

والصوم جنة من النار والصمت أفضل

Puasa adalah perisai dari siksa neraka, tetapi diam itu lebih utama.

والجهاد سِنام الدين والصمت أفضل

Jihad itu puncaknya agama, tetapi diam itu lebih utama.”

Nabi ﷺ juga pernah bersabda, “Diam adalah bentuk ibadah yang paling tinggi.” (HR. Dailami, dari Abu Hurairah)

Maksud diam disini adalah diam dari sesuatu yang tidak bermanfaat, baik dalam urusan agama maupun dunia, dan diam dari membalas omongan orang yang mencemooh kita. Diam yang seperti ini termasuk ibadah yang paling tinggi, sebab kebanyakan kesalahan itu timbul dari lisan. Adapun jika seseorang diam karena dia sendiri tanpa ada orang lain yang memotivasnya untuk diam, maka diamnya bukan ibadah.

Rasulullah ﷺ juga perah bersabda, “Diam itu adalah perhiasan bagi orang ‘Alim dan selimut bagi orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh, dari Muharriz)

“Diam adalah akhlak yang paling utama.” (HR. Dailami, dari Anas)

“Diam itu mengandung hikmah yang banyak, tetapi sedikit orang yang melakukannya.” (HR. Kadha’i, dari Anas dan Dailami, dari Ibnu ‘Umar)

Oleh karena itu, ada syair yang mengatakan:

Wahai orang yang banyak bicara tanpa guna, kekanglah mulutmu
Sungguh kamu terlalu banyak bicara ke sana dan ke mari
Sungguh kamu telah banyak berperan dalam keburukan
Mulai sekarang diamlah jika kamu ingin menjadi baik

Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda, “Jihad yang paling utama adalah memerangi hawa nafsu karena Allah.”

Makalah Kedua Belas : Empat Wahyu Kepada Nabi Bani Israil

قيل أوحى الله تعالى إلى نبي من الأنبياء من بني إسرائيل وقال

Diriwayatkan bahwa Allah telah memberikan wahyu kepada seorang Nabi dari Bani Israil sebagai berikut:

صمتك عن الباطل لي صوم

“Kamu diam dari banyak omong kosong karena Aku, sama halnya dengan puasa.

وحفظك الجوارح عن المحارم لي صلاة

Kamu hindarkan anggota badanmu dari hal-hal yang diharamkan demi Aku, sama pahalanya dengan dirimu mengerjakan shalat.

وإياسك عن الخلق لي صدقة

Kamu hindarkan dirimu dari ketamakan terhadap kepunyaan orang lain demi Aku, pahalanya sama dengan bersedekah.

وكفك الأذى عن المسلمين لي جهاد

Kamu cegah dirimu dari mengganggu orang muslim karena Aku, sama pahalanya dengan jihad.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-13 : Klik di Sini ….
Facebook Comments