Makalah Ketiga Belas : Empat Penyebab Gelap dan Terangnya Hati

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال

‘Abdullah bin Mas’ud R.A pernah berkata:

أربعة من ظلمة القلب

“Empat hal yang termasuk penyebab gelapnya hati, yaitu:

بطن شبعان من غير مبالاة

perut yang terlalu kenyang;

وصحبة الظالمين

berteman dengan orang-orang zhalim

ونسيان الذنوب الماضية

melupakan dosa yang pernah dilakukan; dan

وطول الأمل

panjang angan-angan.

وأربعة من نور القلب

Empat hal yang termasuk penyebab terangnya hati, yaitu:

بطن جائع من حذر

perut lapar karena tindakan hati-hati

وصحبة الصالحين

berteman dengan orang-orang shalih

وحفظ الذنوب الماضية

mengingat dosa yang pernah dilakukan; dan

وقصر الأمل

tidak panjang angan-angan.”

Panjang angan-agan adalah memikirkan dan menanti-nanti yang sulit untuk diraih. Berkaitan dengan panjang angan-angan ini, Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang sangat aku khawatirkan atas kalian ada dua, yaitu: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu berarti menjauhi kebenaran, sedangkan panjang angan-angan mencerminkan cinta dunia.” (HR. Ibnu Abid Dun-ya)

Perut lapar termasuk faktor penerang hati, sebab hal itu dapat mendorong seseorang untuk bersikap waspada dan hati-hati. Mengingat dosa yang pernah dilakukan juga termasuk faktor penerang hati. Mengingat dosa yang pernah dilakukan juga termasuk faktor penerangan hati, sebab hal itu dapat menimbulkan penyesalan atas dosa tersebut.

Abu Thayyib berkata, “Barang siapa yang bergaul dengan delapan golongan, maka Allah akan menambah delapan hal kepadanya, yaitu:

  • Barang siapa bergaul dengan orang kaya, maka Allah akan menambah rasa cintanya kepada keduniaan.
  • Barang siapa bergaul dengan orang fakir, maka Allah akan menambah rasa syukur dan rido terhadap rezeki dari Allah.
  • Barang siapa bergaul dengan penguasa/pejabat, maka ia akan bertambah keras hatinya dan takabbur.
  • Barang siapa suka bergaul dengan wanita, maka akan bertambah kebodohan dan syahwatnya.
  • Barang siapa suka bergaul dengan anak-anak, maka ia akan senang bermain.
  • Barang siapa bergaul dengan orang fasik, maka akan bertambah kecenderungannya untuk melakukan kemaksiatan dan menunda-nunda tobat.
  • Barang siapa bergaul dengan orang-orang shalih, maka akan bertambah rasa cintanya dalam menaati Allah.
  • Barang siapa bergaul dengan ulama, maka ia akan bertambah ilmu dan amalnya.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-14 : Klik di Sini ….

 

Facebook Comments

Share This Article