Mengakui Empat Hal Tanpa Empat Hal, Itu Dusta, Empat Alamat Celaka dan Bahagia

Makalah Keempat Belas : Mengakui Empat Hal Tanpa Empat Hal, Itu Dusta

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن حاتم الأصم رحمة الله تعالى أنه قال

Hatim Al-Asham pernah berkata: “Barang siapa mengakui empat hal tanpa ada empat hal yang lain, maka pengakuannya itu adalah dusta, yaitu:

من ادعى أربعة بلا أربعة فدعواه كذب: من ادعى حب الله ولم ينته عن محارم الله فدعواه كذب

Barang siapa mengaku cinta kepada Allah, sementara ia tidak berhenti dari melakukan kemaksiatan dan hal-hal yang diharamkan Allah, maka pengakuannya itu dusta.

ومن ادعى حب النبي عليه السلام وكره الفقراء والمساكين فدعواه كذب

Barang siapa mengaku cinta kepada Rasulullah ﷺ namun benci kaum fakir, maka pengakuannya itu dusta.

ومن ادعى حب الجنة ولم يتصدق فدعواه كذب

Barang siapa mengaku cinta kepada surga, sementara ia tidak mau bersedekah, maka pengakuannya itu dusta.

ومن ادعى خوف النار ولم ينته عن الذنوب فدعواه كذب

Barang siapa mengaku takut akan siksa neraka, sementara ia tidak berhenti dari berbuat dosa, maka pengakuannya itu dusta.”

Sebagian ulama ada yang mengungkapkan dalam syair sebagai berikut:

Bila engkau jadi pendekar, jadilah seperti ‘Ali
Bila engkau jadi penyair, jadilah seperti Ibnu Hani
Seperti orang yang mengakui sesuatu yang tidak ada pada dirinya
Maka kenyataan akan membuktikan kebohongannya

Rasulullah ﷺ bersabda, “Jalan menuju ke neraka itu diliputi dengan hal-hal yang disenangi hawa nafsu, sedangkan jalan menuju ke surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah)
Dengan kata lain, surga tidak dapat diraih kecuali dengan menempuh berbagai kesulitan dan neraka tidak dapat dimasuki kecuali dengan menuruti kemauan hawa nafsu. Siapa pun yang dapat menerobos penghalang salah satu dari keduanya pasti akan memasukinya.

 

Makalah Kelima Belas : Empat Alamat Celaka dan Bahagia

وعن النبي عليه السلام أنه قال

Rasulullulah ﷺ pernah bersabda:

علامة الشقاوة أربعة

“Tanda orang celaka itu ada empat, yaitu:

نسيان الذنوب الماضية وهي عند الله تعالى محفوظة

melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dengan rapi dan detail di sisi-Nya;

وذكر الحسنات الماضية ولا يدري أقبلت أم ردت

selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak;

ونظره إلى من فوقه فى الدنيا

dalam soal duniawi selalu memandang ke yang lebih atas; dan

ونظره إلى من دونه فى الدين

dalam soal agama selalu memandang ke yang lebih rendah (ibadah dan ketaatannya kepada Allah).”

بقول الله: أردته ولم يردني، فتركته. وعلامة السعادة أربعة

Allah berfirman, ‘Aku menghendaki dia (dengan memberikan sedikit keduniaan kepadanya dan menolongnya untuk melakukan ketaatan), tetapi ia tidak menghendaki Aku (dengan bersikap rido dan bersyukur), maka Aku tinggalkan dia.’

Tanda orang bahagia juga ada empat, yaitu:

ذكر الذنوب الماضية

mengingat dosa yang telah lalu;

ونسيان الحسنات الماضية

melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan;

ونظره إلى من فوقه فى الدين

dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam beribadah dan ketaatannya kepada Allah); dan

ونظره إلى من دونه فى الدنيا

dalam urusan dunia senang melihat orang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-16 : Klik di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article