Makalah Keenam Belas : Empat Tanda Keimanan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن بعض الحكماء أن شعائر الإيمان أربعة

Sebagian ahli bijak mengatakan, “Tanda-tanda keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu:

التقوى

Taqwa

والحياء

haya’ (punya rasa malu)

والشكر

selalu bersyukur; dan

والصبر

sabar.

Taqwa adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan. Ada juga yang mendefinisikan bahwa takwa adalah memelihara semua aturan Islam. Ada lagi yang mendefinisikan bahwa taqwa adalah mengikuti jejak langkah Rasulullah S.A.W, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Haya’ (rasa malu) itu ada dua macam, yaitu:
1. Malu naluri (haya’ nafsaniy), yaitu rasa malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap diri manusia, seperti rasa malu kelihatan auratnya atau malu bersenggama di depan orang lain;
2.  Malu imani (haya’ imaniy), yaitu rasa malu yang bisa mencegah seseorang dari melakukan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah ta’ala.

Syukur adalah memuji Allah yang selalu memberi kebaikan dengan menyebut-nyebut kebaikan-Nya.

Diantara bentuk sabar adalah tabah dan tidak mengeluh kepada selain Allah ketika mendapat musibah.

Berkaitan dengan pembahasan point ini, sudah seyogyanya bagi kita untuk berdo’a dengan do’a yang pernah dibaca olah Tamim Ad-Dari bin Habib, yaitu do’a yang diajarkan oleh Nabi Khaidir A.S kepadanya sekembalinya Tamim dari suatu tempat akibat dibawa oleh jin. Lafazh do’anya sebagai berikut:

“Ya Allah, jadikanlah kami merasa puas dengan rezeki yang Engkau berikan kepada kami; peliharalah kami dari apa yang telah Engkau larang; janganlah Engkau menjadikan kami orang yang membutuhkan pertolongan kepada orang yang telah Engkau jadikan dia tidak membutuhkan kami lagi; kumpulkan kemi ke dalam golongan umat Muhammad S.A.W; dan berilah kami minum dari telaganya; jauhkan kami dari perbuatan maksiat; wafatkan kami dalam ketaqwaan; berilah kami ilham untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu; jadikanlah kami termasuk ahli waris surga yang penuh kenikmatan; dan bahagiakanlah kami dan janganlah Engkau sengsarakan kami, wahai Tuhan Yang mempunyai Keagungan dan kemuliaan.”

روي أنه صلى الله عليه وسلم قال

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

ذروة الإيمان أربع خلال

Puncak keimanan itu ada empat, yaitu

الصبرللحكم

sabar terhadap hukum

والرضا بالقدر

rido terhadap qadar

والإخلاص للتوكل

ikhlas dalam bertawakal

والإستسلام للرب، رواه أبو نُعيم

dan berserah diri kepada Allah.” (HR. Abu Nu’aim)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-17 : Klik di Sini ….
Facebook Comments