Empat Macam Pangkal dan Empat Permata

Makalah Ketujuh Belas : Empat Macam Pangkal

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن النبي أنه قال

Rasulullah ﷺ bersabda:

الأمهات أربعة

Macam-macam pangkal itu ada empat, yaitu:

أم الأدوية

Pangkal obat

وأم الأداب

Pangkal adab

وأم العبادات

Pangkal ibadah

وأم الأماني

Pagkal harapan

فأم الأدوية قلة الأكل

Pangkal obat adalah sedikit makan

وأم الأداب قلة الكلام

Pangkal adab adalah sedikit bicara

وأم العبادات قلة الذنوب

Pangkal ibadah adalah sedikit berbuat dosa

وأم الأماني الصبر

Pangkal harapan adalah sabar

Pangkal obat adalah sedikit makan, sebab menjaga diri dari memakan sesuatu yang bisa menimbulkan bahaya atau penyakit lebih baik daripada obat untuk segala macam penyakit.

Pangkal adab adalah sedikit bicara, sebab banyak bicara dapat mengurangi adab.

Pangkal ibadah adalah sedikit berbuat dosa, sebab banyak berbuat dosa akan menghilangkan pahala ibadah.

Berkaitan dengan pangkal harapan adalah sabar, ada yang mengatakan, “Dengan kesabaran engkau akan meraih apa yang engkau cita-citakan. Dengan taqwa besi pun akan lunak.”

.
Makalah Kedelapan Belas : Empat Permata

وقال عليه السلام

Rasulullah ﷺ bersabda:

أربعة جواهر فى جسم بني آدم يزيلها أربعة أشياء. أما الجواهر

“Ada empat permata pada diri anak Adam yang dapat dihilangkan dengan empat perkara lainnya. Keempat permata tersebut adalah:

فالعقل

Akal

والدين

Agama,

والحياء

Haya’/rasa malu; dan

والعمل الصالح

Amal shaleh

فالغضب يزيل العقل

Kemarahan dapat menghilangkan akal (sehat)

والحسد يزيل الدين

Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama

والطمع يزيل الحياء

Tamak dapat menghilangkan haya’ (rasa malu),

والغيبة تزيل العمل الصالح

Ghibah (mengumpat) dapat menghilangkah amal shalih.”

Akal adalah permata rohani ciptaan Allah yang diletakkan pada diri manusia, sehingga manusia bisa mengetahui perkara yang haq dan yang bathil.

Agama adalah aturan Allah yang mengajak orang berakal sehat untuk menerima segala yang dibawa oleh Rasul.

Hasud adalah mengharapkan lenyapnya kenikmatan yang ada pada orang lain.

Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Mu’awiyah, jauhilah olehmu marah, karena marah dapat merusak iman sebagaimana pahitnya shabr (bratawali) merusak manisnya madu.” (HR. Baihaqi)

Berkaitan dengan perihal hasud, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jauhilah kepada hasud, karena hasud dapat menghapus (pahala) kebaikan sebagaimana api membakar kayu.” (HR. Abu Dawud)

Sebuah syair mengatakan:

Katakanlah kepada orang yang senantiasa dengki kepadaku, “

Tahukah kamu, kepada siapakah kamu tidak sopan?

Kamu tidak sopan kepada Allah dengan takdir-Nya.

Jika kamu iri dengan nikmat yang telah diberikan-Nya kepadaku karena itu,

Tuhanku selalu mengabulkan permintaanku,

Sedang pintu permintaan bagimu semuanya tertutup.”

Ghibah adalah menyebut-nyebut kejelekan orang lain dibelakangnya dan kejelekan itu memang betul adanya. Apabila kejelekan yang disebut-sebutkan itu tidak ada padanya, maka itu berarti tuduhan dusta. Jika menyebut-nyebut kejelekan orang lain itu dilakukan dihadapannya, itu disebut memaki.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

Baca Makalah ke-19 : di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article