Empat Hal yang Lebih Baik daripada Surga, Empat Macam Keadaan dan Empat Kalimat dari Empat Buah Kitab.

 

Makalah Kesembilan Belas : Empat Hal yang Lebih Baik dari pada Surga

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن النبي أنه قال

Rasulullah ﷺ bersabda:

أربعة فى الجنة خير من الجنة

“Di surga ada empat hal yang lebih baik daripada surga itu sendiri:

الخلود فى الجنة خير من الجنة

Kekal di surga lebih baik daripada surga

وخدمة الملائكة فى الجنة خيرمن الجنة

Pelayanan malaikat di surga lebih baik daripada surga

وجوار الأنبياء فى الجنة خيرمن الجنة

Bertetangga dengan para nabi di surga lebih baik daripada surga

ورضى الله تعالى فى الجنة خير من الجنة

Keridhaan Allah di surga lebih baik daripada surga

وأربعة من النار شر من النار

Begitu pula halnya di neraka ada empat hal yang lebih jelek daripada neraka itu sendiri, yaitu

الخلود فى النار شر من النار

Kekal di neraka lebih jelek daripada neraka

وتوبيح الملائكة الكفار فى النار شر من النار

Cemoohan dari para malaikat juru siksa terhadap orang kafir di neraka lebih jelek daripada neraka

وجوار الشيطان فى النار شر من النار

Bertetangga dengan setan di neraka lebih jelek daripada neraka

وغضب الله تعالى فى النار شرمن النار

Murka Allah di dalam neraka lebih jelek daripada neraka
Penghuni surga akan dilayani oleh para malaikat. Oleh sebab itu, dikatakan adanya pelayanan malaikat terhadap penghuni surga dan hal ini menunjukkan bahwa ahli surga itu lebih mulia derajatnya daripada malaikat.

 

Makalah Kedua Puluh : Empat Macam Keadaan

وعن بعض الحكماء حين سئل: كيف أنت؟ فقال

Sebagian ulama ahli hikmah ketika ditanya, “Bagaimana keadaanmu? Jawabannya:

أنا مع المولى على الموافقة

Aku ada bersama Allah, apabila memenuhi perintahnya

ومع النفس على المخالفة

Aku bersama nafsu, apabila aku memeranginya

ومع الخلق على النصيحة

Aku bersama dengan orang lain dalam keadaan saling menasihati

ومع الدنيا على الضرورة

Aku bersama dunia ketika dalam keadaan darurat

 

Makalah Kedua Puluh Satu : Empat Kalimat dari Empat Buah Kitab

واختار بعض الحكماء أربع كلمات من أربع كتب هذه هي

Sebagian ulama ahli hikmah memilih empat kalimat dari empat buah kitab

من التوراة: من رضي بما أعطاه الله تعالى استراح فى الدنيا والآخرة

Dari Taurat, “Barangsipa merasa senang dengan apa yang telah Allah berikan, maka dia senang di dunia dan akhirat.”

ومن الإنجيل: من هدم الشهوات عز فى الدنيا والآخرة

Dari Inzil, “Barangsiapa dapat menundukkan syahwat, maka dia kuat di dunia dan akhirat.”

ومن الزبور: من تفرد عن الناس نجا فى الدنيا والآخرة

Dari Zabur, “Barangsiapa berdikari (tidak mengharapkan pemberian orang lain), maka dia selamat di dunia dan akhirat.”

ومن الفرقان: من حفظ اللسان سلم فى الدنيا والآخرة

Dari Al-Qur’an, “Barangsiapa yang dapat memelihara lisannya, maka dia selamat dunia dan akhirat.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-22 : di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article