Empat Hal yang Zahirnya Sedikit, tetapi hakikatnya banyak, Empat Hal yang Ukurannya Hanya Diketahui Oleh Empat Golongan, dan Empat Hal yang Akan Disediakan Timbangan Amal.

 

Makalah Ketiga Puluh : Empat Hal yang Zahirnya Sedikit

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن علي رضي الله عنه أنه قال

Ali ra. mengatakan

أربعة أشياء قليلها كثير

Ada empat hal yang zahirnya sedikit, tetapi hakikatnya banyak, yaitu:

الوجع

Sakit

والفقر

Fakir

والنار

Api

والعداوة

Permusuhan

 

Makalah Ketiga Puluh Satu : Empat Hal yang Ukurannya Hanya Diketahui Oleh Empat Golongan

وعن حاتم الأصم أنه قال

Hatim Al Asham mengatakan bahwa:

أربعة أشياء لا يعرف قدرها إلا أربعة

Ada empat hal yang ukurannya hanya diketahui oleh empat golongan, yaitu:

الشباب لا يعرف قدره إلا الشيوخ

Masa muda tidak terasakan maknanya, kecuali oleh mereka yang sudah tua

والعافية لا يعرف قدرها إلا أهل البلاء

Keselamatan tidak terasakan nikmatnya, kecuali oleh mereka yang terkena musibah

والصحة لا يعرف قدرها إلا المرضى

Kesehatan badan tidak terasakan nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah jatuh sakit

والحياة لا يعرف قدرها إلا الموتى

Hidup tidak terasakan nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati

قال الشاعر أبو نواس

Seorang penyair yaitu, Abu Nuas atau Abu Nawas, nama aslinya Ibnu Hami mengatakan

ذنوبي إن فكرت فيها كثيرة • ورحمة ربي من ذنوبي أوسع

Apabila dosaku dihitung sungguh banyak sekali

Tetapi rahmat Tuhanku lebih luas dari pada dosaku

وما طمعي فى صالح إن عملته • ولكنني فى رحمة الله أطمع

Aku tidak mengharapkan apa-apa dari amal baik yang aku lakukan

Aku hanya mengharapkan rahmat Allah

هو الله مولاي الذي هو خالقي • وإني له عبد أقر وأخضع

Dialah Allah, pengurus yang telah menjadikan aku

Dan sesungguhnya aku baginya adalah seorang hamba yang mengaku (banyak dosa)  dan merendahkan diri

فإن يك غفران فذلك رحمة • وإن تكن الأخرى فما أنا أصنع

Apabila Allah memberikan ma’af itu adalah rahmat

Apabila terjadi sesuatu yang lain, maka aku tidak dapat berbuat apa-apa

 

Makalah Ketiga Puluh Dua : Empat Hal yang Akan Disediakan Timbangan Amal

قال النبي: إذا كان يوم القيامة يوضع الميزان

Pada hari kiamat kelak akan disediakan timbangan amal

فيؤتى بأهل الصلاة فيوفون أجورهم بالميزان

Ahli shalat dihadirkan, kemudian diberikan kepada mereka pahalanya

ثم يؤتى بأهل الصوم فيوفون أجورهم بالميزان

Kemudian ahli puasa dan diserahkan kepada mereka pahalanaya

ثم يؤتى بأهل البلاء لا ينصب لهم ميزان ولا ينشر لهم ديوان فيوفون أجورهم بغير حساب حتى يتمنى أهل العافية أن لو كانوا بمنزلتهم من كثرة ثواب الله تعالى

Kemudian orang-orang yang terkena musibah, tetapi tanpa timbangan amal dan buku catatan amal diberlakukan bagi mereka. Mereka diberi pahala tanpa dihisab, sehingga orang-orang selamat mengharapkan agar termasuk ke dalam golongan mereka. Karena banyak memperoleh pahala dari Allah

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-33 : di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article