Empat Perampas, Empat Kesibukan, Empat Amal yang Paing Sedikit, Empat Wahyu Kepada Nabi Dawud as. dan Empat Macam Ibadah
Makalah Ketiga Puluh Tiga : Empat Perampas

وعن بعض الحكماء

Sebagian ulama ahli bijak mengatakan, bahwa

يستقبل ابن آدم أربع نهبات

Anak cucu Adam akan menghadapi empat perampas, yaitu:

ينتهب ملك الموت روحه

Malaikat Izrail akan merampas nyawanya

وينتهب الورثة ماله

Ahli waris akan merampas hartanya

وينتهب الدود جسمه

Ulat akan merampas tubuhnya

وينتهب الخصماء يوم القيامة عرضه

Orang yang mempunyai hak yang dirampas haknya akan merampas pahala anaknya (bila ada dan bila tidak ada dosa orang tersebut akan ditambahkan kepada orang yang pernah menzaliminya).

 

Makalah Ketiga Puluh Empat : Empat Kesibukan

وعن بعض الحكماء

Sebagian ulama ahli hikmah mengatakan bahwa

من اشتغل بالشهوات فلا بد له من النساء

Barangsiapa sibuk mengikuti kehendak nafsunya, pasti ia akan senang mendekati perempuan

ومن اشتغل بجمع المال فلا بد له من الحرام

Barangsiapa yang sibuk mengumpulkan harta, maka yang haram pun pasti akan ia ambil

ومن اشتغل بمنافع المسلمين فلا بد له من المداراة

Barangsiapa suka berbuat baik, pasti ia mudah bergaul

ومن اشتغل بالعبادة فلا بد له من العلم

Barangsiapa sibuk dengan urusan ibadah, maka ia pasti mencari ilmu

 

Makalah Ketiga Puluh Lima : Empat Amal yang Paing Sedikit

وعن علي رضي الله عنه أن أصعب الأعمال أربع خصال

Ali ra. mengatakan, bahwa amal yang paing sedikit itu ada empat, yaitu:

العفو عند الغضب

Memberi ma’af ketika marah

والجود فى العسرة

Bermurah hati ketika fakir

والعفة فى الخلوة

Memelihara diri dari perbuatan haram ketika berada di tempat yang sepi

وقول الحق لمن يخافه أو يرجوه

Mengatakan sesuatu yang baik kepada orang yang ia takuti (seperti raja yang zalim)

 

Makalah Ketiga Puluh Enam : Empat Wahyu Kepada Nabi Dawud as

وفى الزبور: أوحى الله تعالى إلى داوود عليه السلام

Dalam kitab Zabur disebutkan bahwa Allah memberi wahyu kepada Nabi Dawud as. Sebagai berikut

أن العاقل الحكيم لا يخلو من أربع ساعات

Sesungguhnya orang yang berakal sempurna ilmunya tidak akan mengosongkan empat waktu yang terpenting, yaitu:

ساعة فيها يناجي ربه

Saat bermunajat kepada Tuhannya

وساعة فيها يحاسب نفسه

Saat untuk mengoereksi dirinya

وساعة يمشي فيها إلى إخوانه الذين يخبرونه بعيوبه

Saat ia bersilaturahmi kepada saudara-saudaranya yang menceritakan kejelekan dirinya (agar mereka tidak kembali ke jalan yang benar)

وساعة فيها يخلى بين نفسه وبين لذاتها الحلال

Saat dia mengendalikan diri dari kenikmatan-kenikmatan barang yang halal (suka berpuasa)

 

Makalah Ketiga Puluh Tujuh : Empat Macam Ibadah

وقال بعض الحكماء

Sebagian ulama ahli hikmah mengatakan

جميع العبادات من العبودية أربعة

Bahwa inti dari sekian banyak macam ibadah, ada empat, yaitu:

الوفاء بالعهود

Menepati janji

والمحافظة بالحدود

Memelihara hukum (syaraa)

والصبر على المفقود

Sabar ketika tiada makanan

والرضى بالوجود

Senang terhadap rezeki yang ada (apa adanya)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Bab V : di Sini ….
Facebook Comments