Bab V: Bab ini memuat 27 nasihat yang terdiri atas 6 buah hadits dan 27 buah hadits atsar yang masing-masing memuat 5 butir nasihat. Meremehkan Lima Golongan, Maka Rugi dalam Lima Hal, Mencintai Lima Perkara dan Melupakan Lima Perkara

 

Makalah Pertama: Meremehkan Lima Golongan, Maka Rugi dalam Lima Hal

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

روي عن النبي: من أهان خمسة خسر خمسة

Diriwayatkan dari Nabi ﷺ. “Barangsiapa meremehkan 5 golongan manusia, maka rugi dalam 5 hal, yaitu:

من استخف بالعلماء خسر الدين

Barangsiapa meremehkan ulama, maka ia rugi dalam urusan agama

ومن استخف بالأمراء خسر الدنيا

Barangsiapa meremehkan terhadap pemerintah, tentu ia rugi dalam urusan dunia

ومن استخف بالجيران خسر المنافع

Barangsiapa meremehkan terhadap tetangga, tentu ia rugi dalam urusan yang bermanfaat di masyarakat

ومن استخف بالأقوياء خسر المودة

Barangsiapa meremehkan terhadap kaum kerabat, tentu ia rugi dalam urusan kasih sayang (antara mereka)

ومن استخف بأهله خسر طيب المعيشة

Barangsiapa meremehkan terhadap anggauta keluarga, tentu ia rugi dalam urusan kehidupan (sehari-hari) yang baik.”

Berkaitan dengan tetangga, Rasulullah ﷺ. juga pernah bersabda, “Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba hingga ia mencintai tetangganya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang mempunyai tetangga jelek yang suka menyakiti dirinya, namun ia tetap bersabar dan mengharap pahala Allah atas perilaku tetangga yang menyakitkannya hingga Allah menyudahinya, baik ketika masih hidup atau dengan kematian.” (HR. Bukhari).

 

Makalah Kedua : Mencintai Lima Perkara dan Melupakan Lima Perkara

وقال النبي عليه السلام: سيأتي زمان على أمتي يحبون خمسا وينسون خمسا

Nabi ﷺ bersabda, “Akan datang suatu masa kepada umatku, di mana masa itu, mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara lainnya, yaitu:

يحبون الدنيا وينسون العقبى

mereka mencintai dunia dan melupakan (amal) untuk kehidupan akhirat

يحبون الدور وينسون القبور

mereka mencintai gedung yang megah dengan melupakan kubur

ويحبون المال وينسون الحساب

mereka mencintai harta benda dengan melupakan hisab (pertanggung jawabannya)

يحبون العيال وينسون الحق

mereka mencintai keluarga dan melupakan bidadari (calon istrinya yang sangat cantik)

ويحبون النفس وينسون الله، هم مني برآء وأنا منهم بريء

Mereka mencintai dirinya sendiri dan melupakan Allah, mereka itu jauh dari-Ku dan Aku jauh darinya.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-3 : Klik di Sini ….

 

Facebook Comments