Lima Macam Kegelapan dan Penerangnya  serta Lima Golongan Ahli Surga
Makalah Keempat: Lima Macam Kegelapan dan Penerangnya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن أبي بكر الصديق رضي الله عنه

Abu Bakar Shiddik ra mengatakan,

الظلمات خمس والسرج لها خمس

Bahwa kegelapan ada lima dan lampunya pun ada lima, yaitu:

حب الدنيا ظلمة والسراج له التقوى

Cinta akan dunia adalah suatu kegelapan dan lampu penerangnya adalah taqwa

والذنب ظلمة والسراج له التوبة

Dosa adalah suatu kegelapan dan lampu penerangnya adalah taubat

والقبر ظلمة والسراج لها لا إله إلا الله محمد رسول الله

Kubur adalah kegelapan dan lampu penerangnya adalah bacaan kalimat Laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasuulullaah.

والآخرة ظلمة والسراج لها العمل الصالح

Akhirat adalah kegelapan dan lampu penerangnya adalah amal shaleh

والصراط ظلمة والسراج لها اليقين

Shirat Al-Mustaqiim adalah suatu kegelapan dan lampu penerangnya adalah keyakinan

Keterangan :

Berkaitan dengan poin 1, Rasulullah ﷺ. bersabda, “Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR. Baihaqi, dari Hasan Al-Bashri)

Imam Al-Ghazali mengomentari hadits di atas sebagai berikut: “Sebagaimana dikatakan bahwa mencintai dunia itu adalah biang segala kesalahan, maka membenci dunia merupakan biang segala kebaikan.”

Nabi ﷺ. juga bersabda, “Sungguh, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu dikarenakan ketaqwaan kepada Allah s.w.t, melainkan Allah akan memberi ganti dengan yang lebih bagus kepadamu.” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

Berkaitan dengan poin 2, Nabi ﷺ. bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang hamba menjalankan dosa satu kali, maka di dalam hatinya timbul satu titik noda hitam. Apabila ia berhenti dari perbuatan dosanya dan memohon ampun serta bertaubat, maka bersihlah hatinya. bila ia kembali berbuat dosa, maka bertambah hitamlah titik nodanya itu hingga memenuhi hatinya. Inilah arroon (Epilog hati) sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah dalam (QS. Al-Muthaffifiin (83): 14): ‘Sekali-kali tak (demikian), sebenarnya dosa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.’” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan hakim)

Berkaitan dengan poin 3, Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala mengharamkan masuk neraka untuk orang yang membaca laa ilaaha illallaah dengan niat semata-mata di karenakan Allah ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺjuga bersabda, “Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallaah, maka ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab: “Kalimat laa ilaaha illallaah tersebut dapat mencegah kalian dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.” (HR. Al-Khatib)

Dikatakan bahwa ada tujuh hal yang dapat menerangi alam kubur, yaitu: ikhlas dalam beribadah;

berbakti kepada kedua orang tua; suka bersilaturrahmi; tidak menyia-nyiakan umur untuk menjalankan kemaksiatan; tidak menuruti kehendak hawa nafsu; bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah; dan memperbanyak dzikir kepada Allah.

Berkaitan dengan poin 4, amal shalih, Nabi ﷺ pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah suka bila rukhshah-Nya dilaksanakan sebagaimana Allah suka bila ‘azimah-Nya dilaksanakan. Sesungguhnya Allah telah mengutus aku dengan membawa agama yang mudah, yaitu agama Nabi Ibrahim a.s.” (HR. Ibnu Asakir)

(‘Azimah adalah Anggaran inti dari Allah yang wajib dikerjakan, seperti shalat Zhuhur wajib dikerjakan sebanyak 4 raka’at. Rukhshah merupakan bentuk keringanan dari Allah yang boleh dikerjakan, seperti menqashar shalat Zhuhur menjadi 2 raka’at untuk musafir).

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Kerjakanlah ‘azimah dan terimalah rukhshah. Biarkan orang lain (mau mengerjakan ‘azimah dan menerima rukhshah atau tidak); dengan begitu kalian akan dihindarkan dari keburukan mereka.” (HR. Al-Khatib)

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Barangsiapa tak menerima rukhshah dari Allah, maka baginya dosa sebesar gunung ‘Arafah.” (HR. Ahmad)

Berkaitan dengan poin 5, penerang shirath merupakan yaqin. Yaqin merupakan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal ghaib dengan menghilangkan segala bentuk keraguan.

 

Makalah Kelima: Lima Golongan Ahli Surga

وعن عمر رضي الله عنه أنه قال

Umar ra. telah mengatakan,

موقوفا عليه أو مرفوعا إلى النبي

Sebuah hadits mauquf atau hadits marfu,

لولا ادعاء الغيب لشهدت على خمس نفر أنهم أهل الجنة

“Kalau tidak ada seruan yang gaib, tentu aku persaksikan 5 golongan ahli surga, yaitu:

الفقير صاحب العيال

Orang fakir yang mempunyai tanggungan keluarga

والمرأة الراضى عنها زوجها

Perempuan yang suaminya ridha padanya

والمتصدق بمهرها على زوجها

Istri yang menyedakahkan maskawinnya kepada suaminya

والراضي عنه أبواه

Anak yang kedua ibu bapaknya ridha kepadanya

والتائب من الذنوب

Orang yang bertaubat

Keterangan :

Berkaitan dengan taubat, Nabi ﷺ bersabda, “Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” (HR. Baihaqi)

“Setiap anak Adam pasti pernah menjalankan dosa, dan sebaik-bagus orang yang berdosa adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

“Sungguh Allah lebih suka kepada taubatnya seseorang daripada senangnya orang kehausan yang menemukan sumber air; orang mandul, lalu punya anak; dan orang kesasar, lalu menemukan jalan. Barangsiapa bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha, maka Allah akan membuat lupa dua malaikat pencatat amal terhadap seluruh anggota badan orang tersebut dan tempat di permukaan bumi (yang digunakannya untuk berbuat maksiat) dan terhadap semua dosa dan kesalahannya.” (HR. Abul ‘Abbas)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-6 : Klik di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article