Lima Tanda-tanda Orang yang Bertaqwa dan Lima Sifat Tercela

Makalah Keenam : Lima Tanda-tanda Orang yang Bertaqwa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن عثمان رضي الله عنه

Utsman ra mengatakan,

خمس هن علامة المتقين

Ada lima hal yang merupakan tanda-tanda orang yang bertaqwa, yaitu:

أولها أن لا يجالس إلا من يصلح الدين معه ويغلب الفرج واللسان

Tidak suka bergaul kecuali dengan orang-orang shaleh dan memelihara kehormatan serta ucapan

وإذا أصابه شيء عظيم من الدنيا يراه وبالا

Apabila ditimpa musibah dalam urusan dunia, ia anggap sebagai angin lalu

وإذا أصابه شيء قليل من الدين اغتنم ذلك

Apabila mendapatkan sesuatu yang kecil/ sedikit dari agama, maka ia memandangnya sebagai keuntungan yang besar

ولا يملأ بطنه من الحلال خوفا من أن يخالطه حرام

Tidak suka memenuhi perutnya (sekalipun) dengan makanan yang halal, karena khawatir kalau kemasukan barang yang haram

ويرى الناس كلهم قد نجوا ويرى نفسه قد هلكت

Berprasangka baik kepada orang lain memandang dirinya telah celaka (karena dosa)

 

Makalah Ketujuh : Lima Sifat Tercela

وعن علي رضي تعالى عنه

Ali ra berkata,

لو لا خمس خصال لصار الناس كلهم صالحين

“Apabila tidak ada lima sifat (yang tercela pada diri manusia) niscaya seluruh manusia menjadi orang yang shaleh, yaitu:

أولها القناعة بالجهل

Merasa senang dengan kebodohan

والحرص على الدنيا

Tamak akan dunia

والشح بالفضل

Bakhil dengan kelebihan hartanya

والرياء فى العمل

Riya dalam beramal

والإعجاب بالرأي

Membanggakan diri

Keterangan :

Rasulullah ﷺ bersabda dalam beberapa hadits berikut, “Allah membenci setiap orang yang hanya pandai dalam urusan duniawi, akan tetapi bodoh dalam urusan akhirat.” (HR. Al-Hakim)

“Dosa orang ‘alim itu satu, sedangkan dosa orang bodoh itu dua.” (HR. Ad-Dailami)

“Zuhud dalam urusan duniawi akan menyenangkan hati dan badan, sedangkan suka dalam urusan duniawi akan membuat hati dan badan menjadi lelah.” (HR. Thabarani)

“Sebaik-bagus dunia untuk seseorang adalah apabila dunia itu dijadikan sebagai bekal untuk kepentingan akhirat sehingga Rabbnya meridhainya. Seburuk-buruk dunia untuk seseorang adalah apabila dunia dijadikan bertentangan dengan urusan akhiratnya dan membuatnya jauh dari ridha Rabbnya.” (HR. Hakim)

“Manusia yang paling berat siksaannya di hari Kiamat nanti adalah orang yang memperlihatkan kepada orang lain seolah-olah dirinya menjalankan kebaikan, padahal pada dirinya tidak ada kebaikan sama sekali.” (HR Ad-Dailami)

“Barangsiapa memperlihatkan rasa takutnya terhadap Allah kepada orang lain melebihi yang ada pada  dirinya, maka dia termasuk munafiq.” (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan surga untuk setiap orang yang riya’.” (HR. Abu Nuaim)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Lima Kemuliaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam di Sini ….
Facebook Comments