Makalah Kelima Belas : Lima Macam Tafakur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن جمهور العلماء أن الفكرة على خمسة أوجه

Jumhur ulama berkata, “Tafakkur itu ada lima macam, yaitu:

فكرة فى آيات الله يتولد منها التوحيد واليقين

Tafakkur mengenai ayat-ayat Allah; buahnya adalah tauhid dan yaqin kepada Allah

وفكرة فى آلاء الله يتولد منها المحبة

Tafakkur mengenai nikmat-nikmat Allah; buahnya adalah rasa cinta dan syukur kepada Allah

وفكرة فى وعد الله تعالى يتولد منها الرغبة

Tafakkur mengenai janji-janji Allah; buahnya adalah rasa cinta kepada kebahagiaan akhirat

وفكرة فى وعيد الله يتولد منها الهيبة

Tafakkur mengenai ancaman Allahl; buahnya adalah kewaspadaan dalam menjauhi maksiat sekaligus mengagungkan Allah

وفكرة فى تقصير نفسه عن الطاعة مع إحسان الله إليه يتولد منها الحياء

Tafakkur mengenai sejauh mana ketaatan kepada Allah dan kebaikan Allah kepada diri kita: buahnya adalah rasa takut kepada Allah.”

 

Keterangan :

Mengenai keutamaan tafakkur (memikirkan dan merenungkan dengan sungguh-sungguh akan kebesaran Allah ), ‘Ali r.a. pernah berkata, “Tiada ibadah yang nilainya sebanding dengan tafakkur.”

Sebagian ahli ma’rifat berkata,  “Tafakkur itu merupakan pelita hati. Saat tafakkur hilang, maka tidak ada pelita lagi untuk hati.”

Dalam satu Hadits disebutkan, “Tafakkur sesaat lebih bagus daripada ibadah selama 60 tahun.”

Menurut Syaikh Al-Hifni, maksud hadits ini merupakan bahwa tafakkur mengenai semua ciptaan Allah, mengenai sakaratul maut, mengenai siksa kubur, dan mengenai kesulitan-kesulitan yang terjadi di hari Kiamat, lebih bagus daripada ibadah yang banyak.

Khalil Ar-Rasyidi berkata,  “Tafakkur tidak akan dapat terwujud tanpa adanya lisan yang terbiasa berdzikir kepada Allah yang disertai dengan kekhusyu’an hati, sehingga memungkinkan adanya dzikir di dalam hati. Dan terwujudnya dzikir yang demikian ini sangat bergantung dari faktor ma’rifah, sebab orang yang tidak mempunyai ma’rifah tentu tidak akan bisa merasakan dzikir dalam lisannya yang disertai dengan kekhusyu’an hati.”

Ma’rifah sebagaimana dijelaskan oleh Ibrahim Ar-Raqi, adalah menetapkan kebenaran di porsi yang semestinya, yakni di luar dari segala yang membingungkan.

Tafakkur mengenai ayat-ayat Allah merupakan tafakkur mengenai semua keajaiban ciptaan Allah yang spektakuler dan mengenai bukti-bukti kekuasaan-Nya, baik yang kasat mata ataupun yang tidak, yang semuanya terbentang di langit dan di bumi.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Ayat-ayat yang Menjelaskan Tafakkur, di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article