Lima Hal Negatif dalam Mengumpulkan Harta dan Lima Kategori yang Bagus, Lima Penyebab Celaka dan Bahagia dan Lima Nasihat Shakik Al-Balkhi
Makalah Kesembilan Belas : Lima Hal Negatif dalam Mengumpulkan Harta

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن سفيان الثوري رحمه الله

Sufyan Tsauri berkata

لا يجتمع فى هذا الزمان لأحد مال إلا وعنده خمس خصال

“Harta tidak akan berkumpul pada zaman sekarang, kecuali ia memiliki lima hal, yaitu:

طول الأمل

Panjang lamunan/ pengharapan

وحرص غالب

Tamak yang dapat mengalihkan segalanya

وشح شديد

Teramat kikir

وقلة الورع

Sedikir wara’nya

ونسيان الآخرة

Melupakan akhirat

Orang yang mencintai dunia itu tercela, sedangkan orang yang mencari dunia melebihi yang dibutuhkan merupakan sangat hina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling bagus diantara kalian bukanlah orang yang meninggalkan urusan dunianya demi mengejar akhiratnya, juga bukanlah orang yang meninggalkan urusan akhiratnya demi mengejar dunianya. Akan tetapi, orang yang paling bagus diantara kalian merupakan orang yang mengambil dunia dan akhirat.”

Sebaik-baiknya kendaraan adalah dunia, maka naikilah dunia niscaya ia bisa mengantarkan kalian hingga ke akhirat.”

‘Ali radiallahu ‘anhu berkata, “Dunia itu tempat bershadaqah untuk orang yang mau menshadaqahkan (harta)nya, tempat keselamatan untuk orang yang mengerti betul mengenai dunia, juga sebagai tempat harta untuk orang yang mau menjadikannya sebagai bekal (ke akhirat).”

قال القائل

Seorang penyair berkata:

ياخاطب الدنيا إلى نفسه • إن لها فى كل يوم خليلا

Wahai pelamar dunia untuk dirinya sendiri

sesungguhnya setiap hari dunia itu punya kekasih

تستنكح البعل وقد وطئت • فى موضع أخر منه بديلا

Dia ingin dinikahi suami baru

padahal di tempat lain dia sudah dicampuri oleh yang lain

ما أقبل الدنيا لخطابها • لقتلهم فيها قتيلا قتيلا

Sungguh dunia menerima para pelamarnya

hanya untuk membunuh mereka satu per satu

إني لمغتر وإن البلاء • يعمل فى جسمي قليلا قليلا

Sungguh aku telah tertipu

dan sungguh bala itu menimpaku sedikit demi sedikit

تزودوا للموت زادا فقد • نادى المنادي الرحيل الرحيلا

Carilah bekal yang sempurna untuk menyambut kematianmu, sebab

juru seru (kematian) telah memanggil-manggil untuk berangkat pulang

 

Makalah Kedua Puluh: Lima Kategori yang Bagus

وعن حاتم الأصم رحمه الله أنه قال

Hatim Al-Anshari radiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa

العجلة من الشيطان إلا فى خمس مواضع فإنها من سنن رسول الله

Tergesa-gesa itu datangnya dari syetan, kecuali dalam lma hal.  Sesungguhnya yang lima hal itu termasuk sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. yaitu:

إطعام الضيف إذا نزل

Memberi jamuan pada tamu apabila ia telah masuk rumah

وتجهيز الميت إذا مات

Mengurus mayat, apabila ia sudah meninggal

وتزويج البنت إذا بلغت

Mengawinkan anak perempuan, apabila ia telah baligh

وقضاء الدين إذا وجب

Membayar hutang apabila ia telah datang kewajiban untuk membayarnya

والتوبة من الذنوب إذا فرط

Bertaubat dari dosa apabila sudah terlanjur berbuat dosa

Keterangan :

Sehubungan dengan hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam beberapa hadits berikut:

“Barangsiapa memberi makan kepada saudaranya yang muslim dengan makanan kesukaannya sehingga keinginan untuk makannya terpenuhi, maka Allah mengharamkan dia masuk neraka.” (HR. Baihaqi, dari Abu Hurairah)

“Barangsiapa memberi makan berupa roti kepada saudaranya yang dapat mengenyangkan perutnya dan memberinya minum sehingga hilang dahaganya, maka ia jauh dari neraka sejauh tujuh parit, sementara setiap parit lebarnya sejauh perjalanan 700 tahun.” (HR. Nasa’i, Thabarani, Hakim, dan Baihaqi, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)

Sesungguhnya balasan yang pertama kali diberikan kepada seorang mukmin sesudah meninggalnya adalah diampuninya dosa orang-orang yang mengantarkan jenazahnya ke kubur.” (HR. Baihaqi)

“Bila calon penghuni surga meninggal, maka Allah s.w.t. merasa malu untuk menyiksa orang-orang yang mengusung jenazahnya, yang mengantarkannya, dan yang menshalatkannya.” (HR. Dailami)

“Barangsiapa menikahkan anak perempuannya, maka kelak di hari kiamat Allah akan membagikan mahkota raja kepadanya.” (HR. Ibnu Syahin, dari ‘Aisyah)

Dalam riwayat Ibnu ‘Umar radiallahu anhu, dia berkata, “Sungguh kami pernah menghitung bahwa dalam satu majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca, ‘Robbighfir lii wa tub’alayya innaka antat tawwaabul ghofuur.'(Ya Rabb, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun.) sebanyak 100 kali.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud)

 

Makalah Kedua Puluh Satu : Lima Penyebab Celaka dan Bahagia

وقال محمد بن الدوري

Muhammad Ibnu dauri mengatakan,

شقي إبليس بخمسة أشياء

Bahwa Iblis itu celaka, karena lima hal:

لم يقر بالذنب

Tidak suka megakui dosa

ولم يندم

Tidak pernah menyesal

ولم يلم نفسه

Tidak suka mencela dirinya

ولم يعزم على التوبة

Tidak punya niat untuk bertaubat

وقنط من رحمة الله

Putus asa dari rahmat Allah

وسعد آدم بخمسة أشياء

Dan Nabi Adam bahagia, karena lima hal:

أقر بالذنب

Suka mengakui dosanya

وندم علي

Menyesali dosanya

ولام نفسه

Mencela dirinya sendiri

وأسرع فى التوبة

Segera bertaubat

ولن يقنط من رحمة الله

Tidak putus asa dari rahmat Allah.” (HR. baihaki)

Keterangan :

Kalimat pengakuan Nabi Adam ‘alaihis salaam atas dosanya adalah sebagai berikut, “Robbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin.”

“Wahai Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri, Apabila Engkau tidak mengampuni diri kami dan tidak merahmati kami, tentu kami termasuk orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf (7):23)

Berkaitan dengan pengakuan atas dosa yang pernah dilakukan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba itu bila mau mengakui dosa yang dikerjakannya, setelah itu bertaubat kepada Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkaitan dengan penyesalan atas dosa yang pernah dilakukan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menjalankan suatu kesalahan atau berbuat dosa, setelah itu ia menyesal, maka penyesalannya itu sebagai kifaratnya.” (HR. Baihaqi, dari ‘Abdullah bin Mas’ud)

 

Makalah Kedua Puluh Dua : Lima Nasihat Shakik Al-Balkhi

عن شقيق البلخي رحمه الله أنه قال

Shakik Al-Balkhi berkata,

عليكم بخمس خصال فاعملوها

Bagimu ada lima hal, maka kerjakanlah seluruhnya, yaitu:

اعبدوا الله بقدر حاجتكم إليه

Beribadahlah kepada Allah seukuran kebutuhanmu pada Allah

وخذوا من الدنيا بقدر عمركم فيها

Ambillah dunia (harta) seukuran usiamu di dunia

وأذنبوا الله بقدر طاقتكم على عذابه

Berbuat dosa kepada Allah seukuran kemampuan menahan siksa Allah

وتزودوا فى الدنيا بقدر مكثكم فى القبر

Siapkanlah perbekalan di dunia seukuran kamu tinggal di dalam kubur

واعملوا للجنة بقدر ما تريدون فيها المقام

Dan beramallah untuk surga sesuai dengan tempat yang ingin kamu tuju

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

 

Baca Makalah ke-23 : Klik di Sini ….
Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }