Pepatah adalah salah satu peribahasa yang memiliki arti lugas yang mengandung ajaran dari nenek moyang berkaitan dengan adat istiadat, undang-undang atau peraturan masyarakat dan dipakai atau diucapkan seolah-olah untuk mematahkan perkataan orang.

Bagi ananda generasi emas, berikut disajikan latihan melengkapi dan menyusun kalimat acak yang berisi pepatah. Ikuti pula pembahasannya!

  1. Pilihlah pada jawaban yang paling tepat!

Klik submit untuk mengetahui jawaban Ananda yang benar!

Welcome to your Pepatah

Ada gula ada ….
Air tenang …..
Air pun ada pasang ….
Ada rotan ada ….
Atap rumbia perabung ….
Ada harga ada ….
Ada asap ada ….
Alah bisa karena ….
Angan - angan mengikat ….
Angin ditepuk menjungkit ….

Untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi ini, hitunglah dengan rumus berikut:

Skor akhir = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100
10

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai

90%   –   100%   =  baik sekali

80%   –    89%    =  baik

70%   –    79%    =  cukup

<    70%     =  kurang

Pembahasan:

Ada gula ada semut.

Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang.

 

Air tenang menghayutkan.

Orang pendiam, tetapi berilmu banyak

 

Air pun ada pasang surutnya.

Senang dan susah selalu silih berganti.

 

Ada rotan ada duri.

Kesenangan tentu ada kesusahan.

 

Atap rumbia perabung upih.

Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk.

 

Ada harga ada rupa.

Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.

 

Ada asap ada api.

Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.

 

Alah bisa karena biasa.

Segala kesukaran tak akan terasa lagi bila sudah biasa.

 

Angan – angan mengikat tubuh.

Memikirkan yang tidak-tidak akhirnya menderita sendiri.

 

Angin ditepuk menjungkit ekor.

Orang yang tiada berbudi bila dihormati sombong.

2. Susunlah kalimat acak berikut sehingga menjadi kalimat peribahasa yang padu!

pasang – naik – turun – ada

putus – di – cencang – air – tiada

kara – sebatang – anak

penaka – anak- tidak – seorang

ayam – tempatny – itik – pada – raja

bertelur – atas – padi – di – ayam

kelaparan – mati – padi – di – bertelur – ayam

tumbuh – ditanam – betung – aur

naik – turun – pasang – adat

 

Untuk menyamakan susunan kalimat yang benar, klik pembahasan di bawah ini!

Pembahasan:

Ada pasang turun naik.

Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

 

Air di cencang tiada putus.

Persaudaraan tidak akan putas karena hanya perselisihian kecil.

 

Anak sebatang kara.

Anak yang tak mempunyai sanak saudara.

 

Anak seorang penaka tidak.

Anak yang tidak punya sanak saudara.

 

Ayam itik raja pada tempatnya.

Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.

 

Ayam bertelur di atas padi.

Hidup dalam kesenangan dan kemewahan.

 

Ayam bertelur di padi mati kelaparan.

Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar.

 

Aur ditanam, betung tumbuh. 

Mendapat untung (laba) yang banyak.

 

Adat pasang turun naik

Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Cermati peribahasa di bawah ini!

 

Antan patah lesung hilang.

Tertimpa berbagai musibah atau kemalangan.

 

Ayam ditambat disambar elang.

Malang sekali, bernasib buruk.

 

Air susu dibalas dengan air tuba.

Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat.

 

Air jernih ikannya jinak.

Negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik,baik pula budi bahasanya.

 

Anjing galak, babi berani.

Sama-sama berani.

 

Ada udang di balik batu.

Ada suatu maksud yang tersembunyi.

 

Api dalam sekam.

Hal-hal tidak baik yang tidak tampak dan bahkan semakin membahayakan.

 

Bahasa menunjukan bangsa.

Budi bahasa, perangai, dan tutur kata menunjukan sifat dan tabiat seseorang.

 

biar lambat asal selamat.

sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

 

Balik belakang lain bicara.

Tidak teguh memegang janji.

 

Belum dipanjat asap kemenyan.

Belum kawin.

 

Anjing mengulangi bangkai.

Mengulangi perbuatan yang tak patut.

 

Berarak tidak berlari.

Melakukan sesuatu sebagaimana mestinya.

 

Bergantung pada akar lapuk.

Mengharapkan bantuan dari orang yang tidak mungkin memberikan bantuan.

 

Bajak selalu di tanah lembut.

Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah.

 

Bala lalu dibawa singgah.

Sengaja mencari kesusahan atau kecelakaan.

 

Bajak patah banting terambau.

Menderita kecelakaan bertimpa-timpa.

 

Belum beranak sudah ditimang.

Belum berhasil, tetapi sudah bersenang-senang lebih dulu.

 

Hidup segan mati pun tak mau.

Hidup yang merana karena terus menerus sakit.

 

Berdiang di abu dingin.

Minta pertolongan kepada orang yang miskin/menderita.

 

Beranak tiada berbidan.

Seseorang yang kesusahan karena perbuatannya sendiri.

 

Besar pasak daripada tiang.

Besar pengeluaran daripada pendapatan.

 

Besar kayu besar bahannya.

Jika penghasilan besar, pengeluaran besar.

 

Beroleh badar ditimbahkan.

Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka.

 

Di alas bagai memengat.

Kalau berkata pikirlah dahulu baik buruknya agar tak dicela oleh orang lain.

 

Disisih sebagai antah.

Tidak boleh ikut campur.

 

Dipilih antah satu-satu.

Dipilih atau diperiksa dengan seksama.

 

Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati.

Orang yang baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan setelah mati pun akan dikenang orang.

 

Gajah mati karena gadingnya.

Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya.

 

Gali lubang, tutup lubang.

Berhutang untuk membayar hutang yang lain.

 

Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga.

Walau persahabatan sangat akrab ada kalanya berselisih juga.

 

Jauh panggang dari api.

Banyak bedanya, tidak kena, tidak benar.

3. Bedasarkan peribahasa yang telah dipelajari, susunlah kalimat acak berikut sehingga menjadi kalimat peribahasa yang sempurna!

 

lesung – patah – hilang – antan

disambar – ditambat – ayam – elang

Susu – dibalas – air – tuba – air

jinak – ikannya – jernih – air

anjing – babi – galak – berani

udang – batu – di – ada – balik

bangkai – mengulangi – anjing

dalam – api – sekam

bahasa – bangsa – menunjukkan

kemenyan – dipanjat – belum – asap

lambat – asal – biar – selamat

bicara – balik – lain – belakang

berarak – berlari – tidak

lapuk – bergantung – pada – akar

selalu – bajak – tanah – di – lembut

lalu – bala – dibawa – singgah

patah – terambau – bajak – banting

beranak – ditimang – sudah – belum

dingin – abu – di – berdiang

berbidan – beranak – tiada

pasak – tiang – besar – daripada

kayu – bahannya – besar – besar

badar – beroleh – ditimbahkan

memengat – bagai – alas – di

antah – disisih – sebagai

satu-satu – antah – dipilah

elok –– kekal – basa – akan – hidup, mati – bekal – akan – budi – elok

karena – gajah – gadingnya – mati

lubang – tutup – gali – lubang

ada – gigi – juga – kalanya – bergigit – lidah – dengan

pun – mau – hidup – tak – mati – segan

dari – jauh – api – panggang

(Pembahasan susunan kalimat acak tersebut, bisa disamakan dengan uraian sebelumnya).

 

Demikian, semoga Ananda sehat selalu! Dan semoga postingan ini dapat menambah wawasan Ananda.

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }