Anak-anakku, yang sedang kebetulan membuka postingan ini. Luangkan waktu Ananda untuk bermain kosa kata sebentar. Barangkali Ananda ingin menambah kosa kata dan berlatih membaca cepat.

Huruf awal dan huruf akhir kata-kata berikut tidak diacak, tatapi huruf tengahnya diacak-acak. Baca secepat-cepatnya

Selamat mencoba!

 

air tneang mngeahnyutkan.

air breiak tnada tak dlaam.

air ccuuran aatp jtauhnya ke pleimbahan jgua.

air ynag tneang jngaan dsiangka taida brebauya.

ada uadng di blaik btau.

bleum breatji hnedak brekkook.

bjai dhaan mmebelah dhaan.

bkaarah air abmilah aubnya.

bdiuk laul kaimbang bretaut.

bjaak suadh tredoorng ke bnacah.

 

Bagus sekali… Ananda dapat membacanya dengan cepat dan tepat.

Apabila Ananda dapat membacanya dengan benar, maka rangkaian kata-kata acak tersebut adalah rangkaian kalimat peribahasa.

Bandingkan dengan teks berikut, (buka pembahasan) dan cermati maknanya!

Pembahasan:

Air tenang menghanyutkan.

Artinya: Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

 

Air beriak tanda tak dalam.

Artinya: Orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.

 

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.

Artinya: Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orang tuanya.

 

Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya.

Artinya: Orang pendiam jangan disangka tidak berani.

 

Ada udang di balik batu.

Artinya: Mempunyai maksud tersembunyi yang tidak ditampakkan.

 

Belum bertaji hendak berkokok.

Artinya: Belum berilmu/kaya/berkuasa sudah hendak menyombongkan diri.

 

Bakarlah air ambilah abunya.

Artinya: Menghendaki sesuatu yang mustahil kita peroleh.

 

Baji dahan membelah dahan.

Artinya: Memboroskan harta tuannya.

 

Biduk lalu kiambang bertaut.

Artinya: Lekas berbaik atau berkumpul kembali.

 

Bajak sudah terdorong ke bancah.

Artinya: Sudah terlanjur tidak dapat kembali.

Ananda terlihat masih ingin melanjutkan latihan. Bagus Ananda, saya kagum denganmu. Suatu informasi, Orang-orang besar seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Jawaharlal Nehru, Jimmy Carter, dan lain-lain. Mereka adalah pembaca-pembaca yang hebat.

Baca kembali kalimat berikut!

duhalu bjaak draipdaa jwai.

dtiindih ynag breat, dliilit ynag pnajang.

drai asa nsai sjaa.

jngaan mngekuur bjau oarng di bdaan snediri.

klaah jdai abu, mneang jdai aarng.

ktaak hndaak jdai lmebu.

kleihaatn aasm kleatnya.

kceil-kceil cbaai rwait.

lpeas drai mluut hraimau jtauh ke mluut bauya.

lian di mluut lian di htai.

lbuuk aakl tpeian imlu.

lmpear btau smebunyi tngaan.

mkaan htai breulam rsaa.

mneanti-annti bgaaikan breusamikan rjaa.

mneerka aaym di dlaam tleur.

 

Buka kembali pembahasannya dan cermati maknanya!

Pembahasan:

Dahulu bajak daripada jawi.

Sesuatu yang patut didahulukan, dikebelangkankan/Tidak menurut aturan biasanya.

 

Ditindih yang berat, dililit yang panjang.

Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.

 

Dari asa nasi saja.

Mengakukan milik (kepunyaan orang lain).

 

Jangan mengukur baju orang di badan sendiri.

Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan dan kebaikan kita sendiri.

 

Kalah jadi abu, menang jadi arang.

Menang atau kalah dalam suatu perselisihan pasti merugi.

 

Katak hendak jadi lembu.

Orang hina / miskin / rendah hendak menyamai orang besar / kaya; congkak; sombong.

 

Kelihatan asam kelatnya.

Kelihatan sifat-sifatnya yang kurang baik.

 

Kecil-kecil cabai rawit.

Kecil, tetapi cerdik / pemberani / membahayakan.

 

Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya.

Lepas dari bahaya yang besar, jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.

 

Lain di mulut lain di hati.

Yang dikatakan / diucapkan berbeda dengan isi hatinya.

 

Lubuk akal tepian ilmu.

Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.

 

Lempar batu sembunyi tangan.

Melakukan sesuatu, kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.

 

Makan hati berulam rasa.

Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.

 

Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja.

Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.

 

Menerka ayam di dalam telur.

Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan.

 

Memikat balam dengan balam.

Mendapat sesuatu dengan sebangsanya.

Masih ingin berlanjut kan…!

Baiklah, ini kata-kata acaknya.

 

mnecabik bjau di ddaa.

msuang brebulu aaym.

muush dlaam sleimut.

mngeukur bjau di bdaan snediri.

mneohok tmean siering dlaam lpiatan.

mnejadi aals kbuur.

mneanitkan ara tak bregetah.

pnadang aank pnadang mnenatu.

pnadai breimnyak air.

rsusak aank oelh mnenatu.

sduah dainjung,  daitnarkn.

sreigala breublu dmoba.

sduah saesam sgeraamnya.

saerah breutkar jlaan.

sleudang mneoalk myaang.

thau aasm gaarmnya.

treesmbunyi di blaik ktaa.

trecroeng aarng di dhai.

tong ksoong nyraing bnyuinya.

taida brepisah atnah dan breas.

treepgang di abu hngaat.

treipjak aarng htiam tmapak.

tak ada gdaing ynag tak rteak.

Pembahasan:

Mencabik baju di dada.

Menceritakan aib sendiri kepada orang lain.

 

Musang berbulu ayam.

Orang jahat bersikap seperti orang baik.

 

Musuh dalam selimut.

Musuh dalam kalangan / lingkungan sendiri.

 

Mengukur baju di badan sendiri.

Menentuan baik dan buruk menurut perasaan sendiri.

 

Menohok teman seiring dalam lipatan.

Mencelakakan teman sendiri.

 

Menjadi alas kubur.

Kita yang menanggung semua kejelekannya.

 

Menantikan ara tak bergetah.

Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi.

 

Pandang anak pandang menantu.

Mencari menantu harus sepadan.

 

Pandai berminyak air.

Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.

 

Rusak anak oleh menantu.

Orang yang kita kasihi merusak harta benda yang kita berikan kepadanya.

 

Sudah dianjung, diantakan (dihempaskan)

Sudah diangkat dihina pula.

 

Serigala berbulu domba.

Orang yang kelihatannya bodoh dan penurut tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang.

 

Sudah seasam segaramnya.

Sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

 

Searah bertukar jalan.

Sama maksudtnya tetapi berlainan cara mencapainya.

 

Seludang menolak mayang.

Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.

 

Tahu asam garamnya.

Tahu seluk beluknya (baik buruknya)

 

Tersembunyi di balik kata.

Mempunyai maksud lain dari apa yang dikatakan.

 

Tercoreng arang di dahi.

Mendapat malu.

 

Tong kosong nyaring bunyinya.

Orang yang bodoh biasanya banyaknya cakapnya/ pembicaraannya.

 

Tiada berpisah antah dan beras.

Tiada tentu lawan atau kawan.

 

Terpegang di abu hangat.

Kecewa karena baru mulai sudah mendapat kecelakaan.

 

Terpijak arang hitam tampak.

Orang yang berbuat jahat pasti akan mendapat halangan.

 

Tak ada gading yang tak retak.

Tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.

 

Demikian, semoga Ananda sehat selalu! Dan postingan dapat menambah wawasan Ananda.

Facebook Comments