Bab VI: Enam Keanehan yang Nyata, Enam Golongan Manusia yang Dikutuk, Enam Perkara yang Mengepung Manusia dan Enam Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Enam Perkara yang Lain. Bab ini membahas 17 nasihat yang terdiri atas 2 buah hadits atsar yang masing-masing memuat 6 butir nasihat.
Makalah pertama: Enam Keanehan yang Nyata

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قال النبي: ستة أشياء هن غريبة فى ستة مواضع

Nabi SAW bersabda, “Ada enam hal yang aneh di enam tempat, yaitu:

المسجد غريب فيما بين قوم لا يصلون فيه

Masjid terasa aneh (asing) bila dibangun di tengah-tengah masyarakat yang tidak suka menjalankan shalat didalamnya

والمصحف غريب فى منزل قوم لا يقرأون فيه

Mushaf terasa aneh (asing) bila berada di rumah orang yang tak suka membacanya

والقرآن غريب فى جوف الفاسق

Al-Qur’an terasa aneh (asing) bila berada di hati orang fasiq

والمرأة المسلمة الصالحة غريبة فى يد رجل ظالم سيئ الخلق

Wanita muslimah yang shalihah terasa aneh (asing) bila berada dalam kekuasaan suami yang dhalim, yang buruk akhlaknya

والرجل المسلم الصالح غريب فى يد امرأة رديّة سيئة الخلق

Lelaki muslim yang shalih terasa aneh (asing) bila berada dalam kekuasaan wanita yang hina dan buruk akhlaqnya

والعالم غريب بين قوم لا يستمعون إليه.

Orang ‘alim terasa aneh (asing) bila berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak mau mendengarkan nasihatnya.”

ثم قال النبي عليه السلام : إن الله تعالى لا ينظر إليهم يوم القيامة نظر الرحمة

Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah tidak akan melihat mereka yang tidak mau mendengar nasihat orang ‘alim dengan penglihatan kasih sayang”.

Rasulullah bersabda pula, “Orang yang paling aku cintai di antara kalian merupakan orang yang paling bagus budi pekertinya, yang lembut perangainya lagi murah hati, yaitu mereka yang ramah lagi simpatik”.

Budi pekerti yang bagus merupakan ringan pembawaannya, manis perangainya, tidak mudah marah, dan halus perangainya.

Ahli balaghah berkata, “Orang yang bagus budi pekertinya selalu tenang dan orang yang berada disekitarnya merasa aman, sedangkan orang yang jelek budi pekertinya selalu membuat orang yang berada disekitarnya merasa terancam dan dia sendiri keberadaannya sangat susah.”

 

Makalah ke-2 : Enam Golongan Manusia yang Dikutuk

وقال النبي: ستة لعنتهم ولعنهم الله تعالى، وكل نبي مجاب الدعوات

Nabi saw bersabda, “Ada enam golongan manusia yang aku kutuk dan Allah pun mengutuk mereka. Setiap nabi yang do’anya diijabah juga mengutuk mereka. Mereka yang dikutuk itu adalah:

الزائد فى كتاب الله تعالى

Orang yang menambah-nambahi (ayat) dalam kitab Allah Ta’ala

والمكذب بقدر الله تعالى

Orang yang mendustakan ketentuan Allah

والمتسلط بالجبروت ليعز من أذله الله ويذل من أعزه الله

Penguasa yang otoriter, sehingga dia memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah

والمستحل لحرم الله تعالى

Orang yang menghalalkan perkara yang diharamkan Allah Ta’ala

والمستحل من عترتي ما حرم الله

Orang yang menghalalkan perbuatan yang telah diharamkan Allah terhadap ahli baitku; dan

وتارك لسنتي

Orang yang meninggalkan Sunnahku

فإن الله تعالى لا ينظر إليهم يوم القيامة نظر الرحمة

Maka di hari Kiamat nanti Allah tidak akan melihat dengan penglihatan kasih sayang.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

 

Makalah Ketiga: Enam Perkara yang Mengepung Manusia

قال أبو بكر الصديق

Abu Bakar Ash-Shidiq Rodhiallahu ‘anhu berkata,

إن إبليس قائم أمامك

Iblis selalu berdiri dihadapanmu

والنفس عن يمينك

Hawa nafsu (amarah) selalu berada di kananmu

والهوى عن يسارك

Ambisi berada di sebelah kirimu

والدنيا عن خلفك

dunia selalu berada di belakangmu

والأعضاء عن حولك

Anggota badanmu ada di sekelilingmu;dan

والجبار فوقك يعني بالقدرة لا بالمكانة

Allah Yang Maha Perkasa ada di atasmu

فإلإبليس لعنه الله يدعوك إلى ترك الدين، والنفس تدعوك إلى المعصية، والهوى يدعوك إلى الشهوة، والدنيا تدعوك إلى اختيارها على الآخرة، والأعضاء تدعوك إلى الذنوب، والجبار يدعوك إلى الجنة والمغفرة

Iblis la’natullah ‘alaih mengajakmu untuk meninggalkan agama. Hawa nafsu (amarah) mengajakmu untuk menjalankan kemaksiatan. Ambisi mendorongmu untuk memuaskan keinginannya. dunia mendorongmu untuk mementingkan urusan dunia daripada akhirat. Anggota tubuh senantiasa mengajakmu untuk berbuat dosa. Sementara Allah Yang Maha Perkasa mengajakmu untuk meraih surga dan ampunan-Nya. Dia berfirman,’Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.’

قال الله تعالى: والله يدعو إلى الجنة والمغفرة فمن أجاب إبليس ذهب عنه الدين، ومن أجاب النفس ذهب عنه الروح، ومن أجاب الهوى ذهب عنه العقل، ومن أجاب الدنيا ذهب ذهبت عنه الآخرة، ومن أجاب الأعضاء ذهبت عنه الجنة، ومن أجاب الله تعالى ذهبت عنه السيئات ونال جميع الخيرات

Barangsiapa memenuhi panggilan iblis, maka hilanglah agamanya. Barangsiapa memenuhi panggilan hawa nafsu (amarah), maka hilanglah akhiratnya. Barangsiapa memenuhi keinginan ambisinya, maka hilanglah ruhnya. Barangsiapa memenuhi bujukan dunianya, maka hilanglah akhiratnya. Barangsiapa memenuhi keinginan anggota tubuhnya, maka hilanglah surga darinya. Barangsiapa memenuhi panggilan Allah, maka hilanglah kejelekan dirinya dan dia akan memperoleh segala kebaikan.”

 

Makalah Keempat: Enam Perkara yang Disembunyikan Allah dalam Enam Perkara yang Lain

وقال عمررضي الله تعالى عنه : إن الله تعالى كتم ستة فى ستة

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Allah Ta’ala menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara yang lain, yaitu:

كتم الرضاء فى الطاعة

Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya

وكتم الغضب فى المعصية

Allah menyembunyikan kemurkaan-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya

وكتم ليلة القدر فى شهر رمضان

Allah menyembunyikan Lailatul Qodar dalam bulan Ramadlan

وفى نسخة وكتم أولياءه فيما بين الناس

Allah menyembunyikan para wali diantara manusia

وكتم الموت فى العمر

Allah menyembunyikan kematian dalam umur

وكتم الصلاة والوسطى فى الصلاة

Allah menyembunyikan Ash-sholatul wustha’ (shalat yang paling utama) dalam shalat lima waktu.”

Allah merahasiakan enam hal tersebut dalam enam hal yang lain maksudnya adalah:

  1. Supaya manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, sehingga tidak sepantasnya untuk siapapun untuk meremehkan ketaatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi justru disitulah ada ridha Allah;
  2. Supaya manusia mau menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan takut terjerumus ke dalamnya, sehingga tidak sepantasnya meremehkan kemaksiatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi justru disitulah ada murka Allah;
  3. Supaya ada kesungguhan dalam ‘menghidupkan’ seluruh hari di bulan Ramadlan, sebab -sebagaimana disebutkan dalam hadist, pahala ibadah sunnah dalam bulan Ramadlan sama dengan pahala ibadah wajib di bulan selainnya; dan supaya bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar, sebab nilainya lebih baik daripada 1000 bulan (83 tahun 4 bulan);
  4. Supaya manusia mau menghormati setiap orang dan tak meremehkannya, sebab kalau seseorang meremehkan orang lain, boleh jadi orang yang diremehkannya itu justru wali Allah;
  5. Supaya manusia selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kematiannya; dan
  6. Supaya seorang muslim betul-betul memelihara semua shalat wajibnya.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah ke-5 : Klik di Sini ….

Facebook Comments

Share This Article