Enam yang Wajib Ditakuti Orang Mukmin, Enam Kunci Surga, Enam Nikmat yang Fundamental, Enam Nasihat Yahya bin Mu’adz Ar-Razi, Enam Hal yang Bisa Menyamai Kenikmatan Duniawi dan Enam Penyangga Inti

Makalah Kelima: Enam yang Wajib Ditakuti Orang Mukmin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال عثمان رضي الله عنه : إن المؤمن فى ستة أنواع من الخوف

Utsman bin Affan r.a berkata, “Orang mukmin seharusnya takut kepada enam perkata yaitu :

أحدها من قبل الله تعالى أن يأخذ منه الإيمان

Takut kepada Allah SWT. jangan-jangan Allah SWT mencabut keimanannya

والثاني من قبل الحفظة أن يكتبوا عليه ما يفتضح به يوم القيامة

Takut kepada malaikat pencatat amal, jangan-jangan mereka menulis amal kita dengan catatan yang sangat memalukan bila diumumkan di hari kiamat nanti

والثالث من قبل الشيطان أن يبطل عمله

Takut kepada syaitan, jangan-jangan syaitan itu berjaya merusak amal yang kita kerjakan

والرابع من قبل ملك الموت أن يأخذه فى غفلة بغتة

Takut kepada malaikat Izrail, jangan-jangan ia mencabut nyawa kita saat kita lupa kepada Allah SWT.

والخامس من قبل الدنيا أن يغتر بها وتشغله عن الآخرة

Takut kepada dunia, jangan-jangan dunia itu membuat kita terlena sehingga kita melupakan urusan akhirat kita, dan

والسادس من قبل الأهل والعيال أن يشتغل بهن فى شغلونه عن ذكر الله تعالى

Takut kepada keluarga sendiri, jangan-jangan mereka telah menyibukkan kita untuk memenuhi urusan mereka sehingga kita melupakan ketaatan kepada Allah SWT.”

 

Makalah Keenam: Enam Kunci Surga

وعن علي رضي الله عنه أنه قال: من جمع ستة خصال لم يدع للجنة مطلبا ولا عن النار مهربا

“Barangsiapa mengumpulkan enam perkara, berarti ia telah berusaha meraih surga dan menjauhi neraka, yaitu :

أولها عرف الله تعالى فأطاعه

Mengetahui Allah, setelah itu menaati-Nya

وعرف الشيطان فعصاه

Mengetahui setan, setelah itu mendurhakainya

وعرف الآخرة فطلبها

Mengetahui (kebahagiaan) akhirat, lalu berusaha mencarinya

وعرف الدنيا فرفضها

Mengetahui dunia, lalu meninggalkannya kecuali sebatas untuk bekal kembali ke akhirat

وعرف الحق فاتبعه

Mengetahui yang benar lalu mengikutinya

وعرف الباطل فاجتنبه

Mengetahui yang batil, lalu menjauhinya.”

 

Makalah Ketujuh: Enam Nikmat yang Fundamental

وقال الإمام علي أيضا: النعم ستة أشياء

Ali bin Abi Thalib ra berkata,  “Nikmat itu ada enam macam, yaitu :

الإسلام

Islam

والقرآن

Al-Qur’an

ومحمد رسول الله

Muhammad saw.

والعافية

kesehatan

والستر

tertutupnya aib

والغني عن الناس

kecukupan, tidak sampai mengemis.”

 

Makalah Kedelapan: Enam Nasihat Yahya bin Mu’adz Ar-Razi

وعن يحيى بن معاذ الرازي رحمه الله

Yahya bin Mu’az Ar-Razi berkata :

العلم دليل العمل

ilmu itu pembimbing amal

والفهم وعاء العلم

pemahaman itu wadahnya ilmu

والعقل قائد للخير

akal itu penuntun pada kebaikan

والهوى مركب للذنوب

hawa nafsu itu kendaraan dosa

والمال رداء المتكبرين

harta itu pakaian orang-orang takabbur

والدنيا سوق الآخرة

dunia itu pasarnya akhirat

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang mengambil keduniawian yang halal, maka Allah pasti akan menghisabnya. Barang siapa mengambil keduniawian yang haram, maka Allah pasti akan menyiksanya.” (HR Hakim)

Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah olehmu, bahwa dunia ini adalah tempat yang terjal, bukan tempat yang rata. Dunia ini tempat susah, bukan tempat untuk bersenag-senang. Maka barangsiapa yang mengetahui keadaan dunia yang sebenarnya, dia tidak akan bergembira dengan kesuburannya, dia tidak akan bersedih karena ditimpa musibah. Ingatlah, sesungguhnya Allah telah menciptakan dunia ini tempat ujian, sedangkan negeri akhirat/ surga adalah negeri tempat orang-orang yang memiliki nasib yang baik, maka Allah menjadikan bencana dunia sebagai pahala di akhirat dan Allah menjadikan pahala akhirat sebagian dari bencana dunia sebagai penggantinya (bila sabar), maka bila orang itu sabar, tentu dia diberi pahalanya. Apabila dia tidak sabar akan musibah, dia akan disiksa. Oleh karena itu, berhati-hatilah menikmati manisnya dunia. Karena sering putusnya kenikmatan dunia ini yang cepat karena akan memperoleh penyesalan di akhirat. Dan janganlah kamu terlalu cepat meramaikan dunia yang telah Allah tetapkan akan lenyap. Dan jangan pula kamu selalu bergantung kepadanya, sementara Allah menghendaki kamu untuk menjauhinya. Sehingga jadilah kamu orang-orang yang dibiarkan Allah, karena Allah membencinya. Sedangkan kamu termasuk orang-orang yang berhak untuk menerima siksa-Nya.” (HR. Ad-Dailani)

 

Makalah Kesembilan: Enam Hal yang Bisa Menyamai Kenikmatan Duniawi

وقال أبو ذر جمهر: ست خصال تعدل جميع الدنيا

Abu Dzar Jamhar berkata, “Ada enam hal yang bisa menyamai kenikmatan duniawi, yaitu :

الطعام المريء

makanan yang lezat

والولد الصالح

anak yang shalih

والزوجة الموافقة

istri shalihah yang taat

والكلام المحكم

perkataan yang bisa dipercaya

وكمال العقل

akal yang sehat dan sempurna

وصحة البدن

badan yang sehat.”

Berkaitan dengan akal, Nabi saw bersabda, “Setiap amal itu mempunyai penyangga dan penyangga amal seseorang merupakan akalnya.”

 

Makalah Kesepuluh: Enam Penyangga Inti

وعن الحسن البصري رحمه الله

Hasan Basri berkata,

لو لا الأبدال لخسفت الأرض وما فيها

bila tidak ada wali abdal, maka bumi dan seluruh isinya akan tenggelam

ولو لا الصالحون لهلك الطالحون

bila tidak ada orang-orang shalih, maka orang yang ahli maksiat akan celaka

ولو لا العلماء لصار الناس كلهم كالبهائم

bila tidak ada ulama, maka tingkah laku manusia seperti binatang

ولو لا السلطان لأهلك الناس بعضهم بعضا

bila tidak ada penguasa, maka sebagian manusia akan membinasakan yang lain

ولو لا الحمقاء لخربت الدنيا

bila tidak ada orang bodoh, maka dunia ini akan terasa sepi

ولو لا الريح لأنتن كل شيئ

bila tidak ada angin, maka segala sesuatu akan berbau busuk.”

Wali abdal merupakan wali yang selalu ada keberadaannya di dunia hingga akhir zaman; bila seorang dari mereka meninggal, maka kedudukannya akan diganti dengan wali yang baru. Nabi saw. bersabda, “Wali abdal itu ada empat puluh orang laki-laki. Dua puluh dua orang berada di Syam Syiria dan delapan belas orang lagi ada di Irak. Apabila salah seorang di antara mereka meninggal, maka Allah memberi penggantinya. Apabila telah datang perintah Allah. Mereka itu dimatikan semuanya. Maka pada hari itu datanglah hari kiamat.” (HR. Hakim)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah ke-11 : Klik di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article