Susunan kalimat peribahasa berikut begitu indah, memiliki rima dan irama, ada pengulangan kata, maknanya mengandung nasihat, peringatan dan sindiran halus. Kita patut berterima kasih kepada nenek moyang kita dengan segala keindahannya.

Bagi generasi emas, kita tidak akan bosan belajar demi suatu masa.

Dan kita akan mencoba mempelajarinya melalui latihan. Setelah itu ikuti pembahasannya.

Pilih pada jawaban yang paling tepat!

Setelah soal dikerjakan, Anda dapat melihat jumlah jawaban yang Anda jawab dengan benar dengan melihat submit di bawah!

Welcome to your Keindahan Peribahasa

Ada ubi ada …, ada budi ada balas.
Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan ….
Kalah jadi abu menang jadi arang.

Makna yang tepat dari peribahasa tersebut adalah pertengkaran / permusuhan akan …. kedua belah pihak
Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting.

Makna peribahasa tersebut adalah ….
Keras berani lawan keras berani pula.

Peribahasa yang tepat untuk menyatakan makna tersebut adalah ….

Untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi ini, hitunglah dengan rumus berikut:

Skor akhir

=

Jumlah jawaban Anda yang benar

x 100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai

90%   –   100%   =  baik sekali

80%   –    89%    =  baik

70%   –    79%    =  cukup

<    70%     =  kurang

Pembahasan soal, di sini ….

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.

Kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan.

 

Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut.

Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang pandai.

 

Kalah jadi abu menang jadi arang.

pertengkaran / permusuhan akan merugikan kedua belah pihak ( sama-sama merugi ).

 

Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting.

Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

 

Bersua baji dengan matan, tahan baji oleh kelidai.

Keras berani lawan keras berani pula.

Buatlah kalimat peribahasa dengan menggunakan kata-kata berikut ini!

bermain = ……………………………………………

dimakan = ……………………………………………

dikunyah = ……………………………………………

arang = ………………………………………………

jalan = ………………………………………………

pahit = ……………………………………………….

bini = …………………………………………………

lembu = ……………………………………………….

pantang = ……………………………………………..

pelihara = ……………………………………………..

Pembahasan:

Bermain air basah, bermain api hangus.

Setiap pekerjaan atau usaha ada susahnya.

 

Waktu ada jangan dimakan, bila tiada boleh dimakan.

Berhemat-hematlah.

 

Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan.

Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.

 

Menang jadi arang, kalah jadi abu.

Kalah ataupun menang sama-sama menderita.

 

Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera

Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

 

Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.

Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.

 

Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan.

Jika kita sayang akan anak harus kita marahi jika ia bersalah.

 

Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata.

Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.

 

Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan.

Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya

 

Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.

dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya selalu berhati-hati

Mencermati Peribahasa

Membagi sama adil, memotong sama panjang.

Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

 

Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi.

sama kedudukannya (tingkatannya atau martabatnya ).

 

Berjalan sampai kebatas, berlayar sampai kepulau.

Kita harus berusaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan.

 

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

Pikir dahulu masak-masak sebelum berbuat sesuatu ( pikirkan untung dan ruginya ).

 

Digenggam takut mati, dilepas takut terbang.

Serba salah sama-sama merugikan.

 

Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan.

Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.

 

Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.

Biasanya jarang sekali orang memperhatikan kesusahan orang lain.

 

Datang tampak muka, pulang tampak punggung.

Datang dan pergi hendaklah memberi tahu.

 

Angin tidak dapat ditangkap, asap tidak dapat digenggam.

Sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.

 

Ada udang di balik batu.

Ada suatu maksud yang tersembunyi.

 

Alang berjawab, tepuk berbalas.          

Baik dibalas baik, jahat dibalas dengan jahat

 

Ambil sarinya, buang ampasnya.

Kerjakan perbuatan yang baik, buanglah pekerjaan yang jelek, yang merugikan orang lain.

 

Baju indah dari balai, tiba dirumah menyarungkan.

Hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi.

 

Air besar batu bersibak.

Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan.

 

Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi.

Belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung(ragu-ragu).

 

Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia.

Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

 

Habis manis sepah dibuang.

Sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang / tidak dipedulikan lagi.

 

Ikhtiar menjalani, untung menyudahi.

Setiap orang harus berusaha sebaik-baiknya, berhasil tidaknya terserah kepada tuhan.

 

Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi.

Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai.

 

Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan.

Setiap orang berbeda pendapatnya.

 

Luka sudah hilang parut tinggal juga.

Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.

 

Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang.

Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.

 

Tangan mencencang, bahu memikul.

Siapa yang salah harus mendapat hukuman.

 

Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri.

Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.

 

Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan.

Perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.

 

Demikian, semoga Ananda sehat selalu! Dan postingan dapat menambah wawasan Ananda.

Facebook Comments