Makalah Ketujuh Belas : Enam Pemberian Allah yang Paling Bagus

وقال أحنف بن قيس حين سئل: ما خير ما يعطى العبد؟

Ahnaf bin Qais ditanya seseorang, “Apa pemberian Allah yang paling bagus kepada hamba-hamba-Nya?”

قال: عقل غريزي

“Akal gharizi,” jawab Ahnaf.

قيل: فإن لم يكن

“bila akal gharizi ini tidak ada?”

قال:أدب صالح

“Tingkah laku yang bagus,” jawab Ahnaf.

قيل: فإن لم يكن

“bila tidak ada tingkah laku yang bagus?”

قال صاحب موافق

“Teman yang setia kepada kebenaran,” jawabnya lagi.

قيل: فإن لم يكن

“bila yang ini tidak ada?”

قال: قلب مرابط

“Hati yang sabar.”

قيل: فإن لم يكن

“bila hati yang sabar tidak ada?”

قال: طول الصمت

“Diam (kemampuan menjaga lisan).”

قيل: فإن لم يكن

“bila tak ada diam?”

قال: موت حاضر

“Mati,” jawab Ahnaf.

Akal gharizi merupakan akal thabi’iy, yaitu akal yang bersifat pembawaan atau insting, yang bisa memberi petunjuk kepada kebenaran dengan cara alami. Nabi saw. bersabda, “Tidaklah seseorang bisa menjalankan amal yang sepadan dengan akal yang bisa menuntun pemiliknya kepada kebenaran dan menjauhkannya dari keburukan.”

Rasulullah SAW juga bersabda, “Kecerdasan akal sesudah beriman ialah yang menuntun pelakunya bersikap kasih sayang kepada sesama manusia dan bisa diandalkan dalam berpendapat tanpa meminta-minta. Sesungguhnya orang yang ahli kebaikan di dunia, mereka merupakan ahli kebaikan di akhirat dan sesungguhnya orang yang ahli kemunkaran di dunia, mereka merupakan ahli kemunkaran di akhirat.” (HR. Baihaqi)

“Sekiranya seorang mukmin berada di suatu belahan yang mengambang di lautan, niscaya Allah akan mentakdirkan ada seseorang yang bakal menyakitinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

“Seorang hamba tidak akan bisa mencapai hakikat keimanan yang sebenarnya, hingga ia bisa memelihara lisannya.” (HR. Thabarani)

“Semoga Allah merahmati orang yang menjaga lisannya, memahami era zamannya, dan istiqamah dalam perjalanan hidupnya.” (HR. Abu Nu’aim)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

dari: Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Bab VII : Klik di Sini ….
Facebook Comments