Tujuh Perkara yang Dirasa Heran dan Tujuh Perkara yang Memiliki Nilai Lebih

Makalah Keempat: Tujuh Perkara yang Dirasa Heran

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن عثمان رضي الله عنه أنه قال فى قوله تعالى: وكان تحته كنز لهما وكان أبوهما صالحا قال: الكنز لوح من ذهب وعليه سبعة أسطر مكتوب فى إحداها

Dari Utsman ra. mengatakan dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala, “Di bawah bawah rumah itu ada harta simpanan, berupa papan dari pada mas milik orang yatim, dan keadaan bapaknya (yang bernama Kasyih) adalah seorang anak yang shaleh. Utsman mengatakan bahwa pada papan mas tersebut terdapat tujuh buah kalimat:

عجبت لمن عرف الم وت وهو يضحك

Aku merasa heran kepada orang yang tahu akan kematian, tetapi dia banyak tertawa

وعجبت لمن عرف الدنيا فانية وهو يرغب فيها

Aku heran terhadap orang yang mengetahui bahwa keadaan dunia itu rusak, tetapi dia mencintainya

وعجبت لمن عرف أن الأمور بأقدار وهو يغتم للفوات

Aku heran terhadap orang yang mengetahui bahwa segala sesuatu itu telah ditentukan Allah, tetapi dia merasa sedih karena gagal

وعجبت لمن عرف الحساب وهو يجمع مالا

Aku heran terhadap orang yang telah mengetahui hisab, namun dia mengumpul-ngumpulkan harta

وعجبت لمن عرف النار وهو يذنب

Aku heran terhadap orang yang mengetahui keadaan neraka, tetapi dia tetap berbuat dosa

وعجبت لمن عرف الجنة يقينا وهو يستريح بالدنيا

Aku heran terhadap orang yang tahu keadaan surga dengan yakin, sedang dia bersenang-senang dengan keduniawian

وعجبت لمن عرف الشيطان عدوا فأطاعه

Aku heran terhadap orang yang tahu setan itu musuh, tetapi dia menaatinya.

Makalah Kelima : Tujuh Perkara yang Memiliki Nilai Lebih

وسئل عن علي رضي الله عنه

Ali ditanya sebagai berikut:

ما أثقل من السماء

Apakah yang lebih berat dari pada langit?

وما أوسع من الأرض

Apakah yang lebih luas dari pada bumi?

وما أغنى من البحر

Apakah yang lebih kaya dari pada laut?

وما أشد من الحجر

Apakah yang lebih keras dari pada batu?

وما أحر من النار

Apakah yang lebih panas dari pada api?

وما أبرد من الزمهرير

Apakah yang lebih dingin dari pada bulan?

وما أمر من السم

Apakah yang lebih pahit dari pada racun?

فقال علي رضي الله عنه

Ali ra. menjawab:

البهتان على البرايا أثقل من السماء

Bohong lebih berat dari pada langit

والحق أوسع من الأرض

Kebenaran lebih luas dari pada bumi

وقلب القانع أغنى من البحر

Hati yang qona’ah lebih kaya fdari pada lautan

وقلب المنافق أشد من الحجر

Hati yang munafik lebih keras dari pada batu

والسلطان الجائر أحر من النار

Raja yang zalim lebih panas dari pada api

والحاجة من اللئيم أبرد من الزمهرير

Meminta sesuatu dari orang yang kikir lebih dingin dari pada bulan

والصبر أمر من السم. وقيل النميمة أمر من السم

Sabar lebih pahit dari pada racun. Tetapi menurut suatu pendapat  mengadu domba lebih pahit dari pada racun

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah ke-6: di Sini ….

 

Facebook Comments

Share This Article