Tujuh Perkara Tentang Dunia dan Tujuh Wasiat Malaikat Jibril

Makalah Keenam: Tujuh Perkara Tentang Dunia

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال النبي عليه السلام

Nabi saw. bersabda,:

الدنيا دار من لا دار له

Dunia ini adalah tempat orang yang tidak memiliki tempat di akhirat

ومال من لا مال له

Hartanya orang yang tidak memiliki harta di akhirat

ولها يجمع من لا عقل له

Karenanya orang yang kurang sehat akalnya suka mengumpulkannya

ويشتغل بشهوتها من لا فهم له

Orang bodoh selalu sibuk menginginkan dunia

وعليها يعاقب من لا علم له

Orang yang tidak berilmu merasa prihatin karena dunia

ولها يحسد من لا لب له

Karena dunia orang yang tidak berakal akan iri

ولها يسعى من لا يقين له

Untuk urusan dunialah orang yang tidak memiliki keimanan akan selalu berusaha

 

Makalah Ketujuh : Tujuh Wasiat Malaikat Jibril

وعن جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنه عن النبي أنه قال

Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshary ra. dari Nabi saw. bersabda:

ما زال يوصيني جبرائيل بالجار حتى ظننت أنه يجعله وارثا

Tak ada hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira Jibril menjadikannya sebagai ahli waris

وما زال يوصيني بالنساء حتى ظننت أنه سيحرم طلاقهن

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku agar aku berbuat baik kepada istri-istri, sehingga aku mengira istri-istri itu haram diceraikan

وما زال يوصيني بالمملوكين حتى ظننت أنه يجعل لهم وقتا يعتقون فيه

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku agar aku berbuat baik kepada hamba sahaya, sehingga aku mengira Nabi menentukan waktu untuk kemerdekaan mereka

وما زال يوصيني بالسواك حتى ظننت أنه فريضة

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku agar aku melakukan siwak (menggosok gigi), sehingga aku mengira siwak itu adalah wajib

وما زال يوصيني بالصلاة فى الجماعة حتى ظننت أنه لا يقبل الله تعالى صلاة إلا فى الجماعة

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku untuk shalat berjama’ah, sehingga aku mengira Allah tidak akan menerima shalat, kecuali dengan berjama’ah

وما زال يوصيني بقيام الليل حتى ظننت أنه لا نوم بالليل

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku untuk mengerjakan shalat tahajud, sehingga aku mengira tidak ada tidur pada malam hari

وما زال يوصيني بذكر الله حتى ظننت أنه لا ينفع قول إلا به

Tidak hentinya Jibril mewasiatkan kepadaku agar aku berdzikir kepada Allah, sehingga aku mengira tidak ada ucapan yang bermanfaat, kecuali dzikir kepada-Nya.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

Baca Makalah ke-8: di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article