Bab VIII : Bab ini membahas lima nasihat yang setiap nasihat mengandung delapan butir nasihat. Satu di antaranya merupakan khabar atau hadits Nabi. Sedangkan empat nasihat lainnya merupakan atsar.

Makalah Pertama: Delapan Perkara yangTidak Merasa Kenyang

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قال النبي عليه السلام: ثمانية أشياء لا تشبع من ثمانية

Nabi saw. bersabda, “Ada delapan perkara yang tidak merasa kenyang dari delapan perkara yang lain, yaitu:

العين من النظر

Mata tidak kenyang memandang

والأرض من المطر

Bumi tidak kenyang dengan hujan

والأنثى من الذكر

Perempuan tidak kenyang dengan laki-laki

والعالم من العلم

Ulama tidak kenyang dengan ilmu

والسائل من المسئلة

Pengemis tidak bosan meminta

والحريص من الجمع

Orang serakah tidak kenyang mengumpul-ngumpul harta

والبحر من الماء

Laut tidak kenyang dengan air

والنار من الحطب

Api tidak kenyang dengan kayu bakar

Dalam hadits lain Nabi saw bersabda yang artinya, “Barangsiapa membuka pintu permintaan (meminta-minta), maka Allah membukakan pintu kefakiran di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa membukakan pintu pemberian (memberi kepada orang lain) karena Allah, maka Allah memberi kebaikan dunia dan akhirat kepadanya.” (HR. Ibnu Jarir)

Makalah Kedua: Delapan perkara yang merupakan perhiasan

وقال أبو بكر الصديق رضي الله عنه ثمانية أشياء هن زينة لثمانية أشياء

Abu Bakar Shiddiq ra. berkata, “Ada delapan perkara yang merupakan perhiasan untuk delapan perkara yang lain, yaitu:

العفاف زينة الفقر

Memelihara diri dari meminta-minta adalah perhiasan bagi kefakiran

والشكر زينة النعمة

Bersyukur adalah perhiasan bagi kenikamatan

والصبر زينة البلاء

Sabar adalah perhiasan untuk musibah

والحلم زينة العلم

Tawadhu adalah perhiasan bagi suatu keturunan

والتذلل زينة المتعلم

Hilm (tidak cepat marah) adalah perhiasan ilmu

وكثرة البكاء زينة الخوف

Merasa hina adalah perhiasan bagi seorang pelajar

وترك المنة زينة الإحسان

Meninggalkan menyebut-nyebut pemberian yang sudah diberikan adalah hiasan ihsan

والخشوع زينة الصلاة

Khusyu adalah perhiasan shalat

Dalam hal ini Nabi saw. bersabda yang artinya, “Kasihanilah orang yang paling mulia di antara kaumnaya yang terhina, kasihanilah orang yang kaya yang merasa dirinya fakir (tidak sombong), dan kasihanilah orang yang ‘alim yang disia-siakan di tengah-tengah orang bodoh.”

“Barangsiapa keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah membukakan pintu ke surga baginya. Malaikat-malaikat menghamparkan bayang-bayang (memberi keteduhan) kepadanya dan malaikat-malaikat yang ada di langit dan ikan-ikan yang ada di laut memohonkan ampunan baginya.” (HR. Abu Ya’la)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah ke-3, Klik di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article