Bab VIII. Delapan Hadiah, Delapan Tanda Orang yang Makrifat kepada Allah, dan Tidak Ada Kebaikan di Dalam Delapan Hal yang Tidak Disertai Delapan Hal.

Makalah Ketiga : Delapan Hadiah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال عمر رضي الله عنه : من ترك فضول الكلام منح الحكمة

Umar ra. mengatakan, “Barangsiapa dapat meninggalkan ucapan yang berlebih-lebihan, maka dia akan diberi hadiah berupa hikmah

ومن ترك فضول النظر منح خشوع القلب

Barangsiapa dapat meninggalkan penglihatan yang berlebih-lebihan, maka dia diberi hadiah berupa kekhusyuan dalam hati

ومن ترك فضول الطعام منح لذة العبادة

Barangsiapa dapat meninggalkan makan yang berlebih-lebihan, maka dia diberi hadiah berupa kenikmatan dalam ibadah

ومن ترك فضول الضحك منح الهيبة

Barangsiapa dapat meninggalkan tertawa yang berlebih-lebihan, maka dia akan diberi perasaan takut oleh Allah

ومن ترك المزاح منح البهاء

Barangsiapa dapat meninggalkan humor, maka dia akan diberi hadiah berupa keindahan

ومن ترك حب الدنيا منح حب الآخرة

Barangsiapa dapat meninggalkan dunia, maka akan diberi hadiah berupa cinta terhadap akhirat

ومن ترك الاشتغال بعيوب غيره منح الإصلاح لعيوب نفسه

Barangsiapa dapat meninggalkan memperhatikan aib orang lain, maka dia akan diberi kemaslahatan berupa penelitian terhadap aib dirinya sendiri

ومن ترك التجسس فى كيفية الله تعالى منح البراءة من النفاق

Barangsiapa dapat meninggalkan penelitian secara mendalam tentang bagaimana wujud Allah yang sebenarnya, maka dia akan diberi hadiah berupa terhindar dari sifat munafik.”

Dalam hal ini Nabi saw. bersabda, “Diam (dari kejelekan) adalah akhlak yang terbaik. Barangsiapa suka humor tentu dia akan dipandang sepele.”

Ada enam hal yang dapat menghapus amal kebaikan, yaitu:

Gemar memperlihatkan aib orang lain

Keras hati (tidak mau menerima nasihat)

Cinta dunia

Kurang memiliki rasa malu

Banyak mengkhayal

Terus menerus berbuat zalim

 

Makalah Keempat : Delapan Tanda Orang yang Makrifat kepada Allah

وعن عثمان رضي الله عنه( أنه قال: علامات العارفين ثمانية أشياء

Utsman ra. mengatakan, “Tanda orang yang makrifat kepada Allah ada delapan, yaitu:

قلبه مع الخوف والرجاء

Hatinya selalu diliputi khauf dan raja’

ولسانه مع الحمد والثناء

Lisannya selalu memuji-muji kepada Allah

وعيناه مع الحياء والبكاء

Kedua matanya selalu diliputi rasa malu

وإرادته مع الترك والرضاء يعني ترك الدنيا وطلب رضا مولاه

Menutupi dosa, mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia.

Khauf dan raja’ artinya harap-harap cemas terhadap Allah

Makalah Kelima : Tidak Ada Kebaikan di Dalam Delapan Hal yang Tidak Disertai Delapan Hal.

وعن علي رضي الله عنه

Ali ra. mengatakan sebagai berikut:

لا خير فى صلاة لا خشوع فيها

Tidak ada kebaikan di dalam shalat yang tidak khusyu

ولا خير فى صوم لا امتناع فيه عن اللغو

Tidak ada kebaikan di dalam puasa yang tidak disertai puasanya anggota badan dari perbuatan yang tidak bermanfaat

ولا خير فى قراءة لا تدبر فيها

Tidak ada kebaikan di dalam membaca Al-Qur’an kecuali dengan tadzabur

ولا خير فى علم لا ورع فيه

Tidak ada kebaikan di dalam ilmu yang tidak disertai wara’

ولا خير فى مال لا سخاوة فيه

Tidak ada kebaikan di dalam harta yang tidak disertai dengan sifat pemurah

ولا خير فى أخوة لا حفظ فيها

Tidak ada kebaikan di dalam persaudaraan yang tidak ada pemeliharaan di dalamnya

ولا خير فى نعمة لا بقاء لها

Tidak ada kebaikan di dalam kenikmatan yang tidak kekal

ولا خير فى دعاء لا إخلاص فيه

Tidak ada kebaikan di dalam do’a yang tidak disertai keikhlasan

Hal ini sesuai dengan hadits Nabi saw. “Barangsiapa memelihara syahwat, sungguh dia telah membebaskan agamanya dari bahaya dan telah memelihara agamanya, dan barangsiapa terjerumus ke dalam lembah syahwat, maka dia akan terjerumus ke dalam lembah haram.”

 

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Bab IX: Klik di Sini ….         
Facebook Comments

Share This Article