Bab IX : Bab ini membahas sembilan butir nasihat yang masing-masing mengandung sembilan butir nasihat berupa hadits Nabi dan empat nasihat lainnya berupa hadits atsar.

Sembilan Sumber Kesalahan dan Sembilan Ciri Khas Golongan Manusia

Makalah Pertama: Sembilan Sumber Kesalahan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قال النبي: أوحى الله تعالى إلى موسى بن عمران فى التوراة أن أمهات

الخطايا ثلاثة

Nabi saw. bersabda, “Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa bin Imran di dalam Kitab Taurat sebagai berikut: Sesungguhnya sumber kesalahan itu ada 3, yaitu:

الكبر

Takabur (sombong)

والحسد

Hasad (iri)

والحرص

Serakah (tamak)

فنشأمنها ستة فصرن تسعة

Dan ketiga sumber kesalahan, yaitu:

الأولى من الستة الشبع

Makan yang kenyang

والنوم

Terlalu banyak tidur

والراحة

Gemar bersenang-senang

وحب الأموال

Cinta harta

وحب الثناء والمحمدة

Senang dipuji orang

وحب الرياسة

Cinta kepangkatan

 

Makalah Kedua: Sembilan Ciri Khas Golongan Manusia

وقال أبو بكر الصديق رضي الله عنه: العباد ثلاثة أصناف، لكل صنف ثلاث علامات يعرفون بها

Abu Bakar As-Shiddiq ra. mengatakan bahwa manusia ada tiga golongan. Setiap golongan mempunyai tiga ciri khas, yaitu:

صنف يعبدون الله تعالى على سبيل الخوف

Golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar khauf/ takut

وصنف يعبدون الله على سبيل الرجاء

Golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar raja’ (mengharapkan rahmat Allah)

وصنف يعبدون الله على سبيل الحب

Golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar cinta

فللأول ثلاث علامات:

Golongan yang pertama mempunyai tiga ciri, yaitu:

يستحقر نفسه

Merasa rendah diri

ويستقل حسناته

 Menganggap sedikit kebaikannya

ويستكثر سيئاته

Menganggap banyak kejelekannya

وللثاني ثلاث علامات:

Golongan kedua mempunyai tiga ciri, yaitu:

يكون قدوة الناس فى جميع الحالات

Menjadi panutan masyarakat

ويكون أسخى الناس كلهم بالمال فى الدنيا

Menjadi orang yang paling pemurah dengan hartanya dan sederhana dalam urusan dunia

ويكون أحسن الظن بالله فى الخلق كلهم

Suka berbaik sangka kepada Allah dan kepada semua makhluk

وللثالث ثلاثة علامات

Golongan ketiga pun mempunyai tiga ciri, yaitu:

يعطي ما يحبه ولا يبالي بعد أن يرضى ربه

Suka memberikan sesuatu yang dicintai dia tidak peduli sesudah Tuhannya meridhainya

ويعمل بسخط نفسه بعد أن يرضى ربه

Suka mengerjakan yang dibenci oleh nafsunya dan tidak memastikan dirinya diridhai Tuhannya

ويكون فى جميع الحالات مع سيده فى أمره ونهيه

Dalam segala hal selalu bersama Tuhannya, baik dalam melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi larangan-Nya.”

Hal ini sesuai dengan firman Allah:yang artinya, “Kamu sekalian tidak akan mendapat pahala yang sempurna (surga) sehingga kamu sekalian menginfakkan sebagian harta yang kamu cinta.”

Nabi juga bersabda dalam bentuk do’a sebagai berikut, “Aku berlindung kepada Allah dari musibah yang menyusahkan kecuali musibah yang di dalamnya ada derajat yang tinggi.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah Ke-3, Klik di Sini ….
Facebook Comments