Sembilan Macam Kemuliaan Bagi yang Memelihara Shalat dan Sembilan Macam Menangis

Makalah keempat: Sembilan macam kemuliaan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال عثمان رضي الله عنه : من حفظ الصلوات الخمس لوقتها ودوام

عليها أكرمه الله بتسع كرامات

Utsman radyallahu ‘anhu mengatakan bahwa barangsiapa memelihara shalat lima waktu pada waktunya, maka Allah memuliakan dia dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu:

أولها: أن يحبه الله

Dicintai Allah

ويكون بدنه صحيحا

Badannya sehat

وتحرسه الملائكة

Dipelihara oleh malaikat

وتنزل البركة فى داره

Dituruni berkah di rumahnya

ويظهر على وجهه سيماء الصالحين

Di wajahnya tampak tanda-tanda orang yang shaleh

ويلين الله قلبه

Hatinya dilunakkan Allah

ويكور على صراط المستقيم كالبرق اللامع

Dia akan menyebrang shirath (jembatan pada hari kiamat) seperti kilat

وينجيه الله من النار

Allah akan menyelamatkan dia dari api neraka

وينزله الله فى جوار الذين لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Allah akan menempatkan mereka (kelak di akhirat) bertetangga dengan orang-orang yang tidak pernah mengeluh atau merasa berduka

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw. “Barangsiapa memelihara shalat lima waktu, maka dia memperoleh cahaya, hujjah/ dalil dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa tidak memeliharanya, maka tidak akan ada baginya cahaya, hujjah dan tidak ada pula keselamatan. Sedangkan dia di hari kiamat nati digolongkan bersama Fir’aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf (HR. Ibnu Nashr)

 

Makalah Kelima : Sembilan Macam Menangis

وعن علي رضي الله عنه: البكاء على ثلاثة أوجه

Ali radyallahu ‘anhu mengatakan bahwa menangis itu ada tiga macam, yaitu:

أحدها من خوف عذاب الله تعالى

Menangis karena takut akan siksaan Allah

والثاني من رهبة السخط

Menagis karena takut akan kebencian Allah

والثالث من خشية القطيعة

Menangis karena takut akan putus dari Rahmat Allah

فأما الأول فهو كفارة الذنوب، وأما الثاني فهو طهارة للعيوب، وأما الثالث فهو ال ولاية مع رضى المحبوب

Menangis yang pertama dapat menghapus macam-macam dosa. menangis yang kedua dapat membersihkan macam-macam keaiban. Tangis yang ketiga berarti kerendahan diri seseorang di hadapan Allah swt.

فثمرة كفارة الذنوب النجاة من العقوبات، وثمرة طهارة العيوب النعيم المقيم والدرجات العلى، وثمرة الولاية مع رضى المحبوب حسن البشارة من الله تعالى بالرضى والرؤية، وزيارة الملائكة زيادة الفضيلة

Buah tangis yang dapat menghapus dosa akan membuat dia selamat dari berbagai macam siksa. Buah tangisan yang dapat membersihkan diri dari keaiban ialah memperoleh kenikmatan dan derajat yang tinggi. Sedangkan buah tangisan karena merasa rendah di hadapan Allah dengan keridhaan-Nya dan melihat terhadap zat Allah tanpa ada bandingannya serta mendapat kunjungan kehormatan dari malaikat dan bertambahnya kebaikan.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

Baca Bab X: Klik di Sini ….
Facebook Comments