Sepuluh Hal yang Sungguh Sia-sia, Sepuluh Hal Terbaik, dan Sepuluh golongan yang Kufur Kepada Allah.
Makalah Keempat: Sepuluh hal yang sungguh sia-sia

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال عثمان رضي الله عنه : أضيع الأشياء عشرة

‘Utsman bin ‘Affan ra. berkata, “Ada sepuluh hal yang sungguh sia-sia, yaitu :

عالم لا يسأل عنه

orang ‘alim yang tidak ditanya mengenai ilmunya

وعلم لا يعمل به

ilmu yang tak diamalkan

ورأي صواب لا يقبل

pendapat benar yang tak diterima

وسلاح لا يستعمل

senjata yang tidak dipakai

ومسجد لا يصلى فيه

masjid yang tidak dipakai shalat

ومصحف لا يقرأ عنه

Al-Qur’an yang tidak dibaca

ومال لا ينفق منه

harta yang tidak diinfaqkan

وخيل لا يركب

kuda (kendaraan) yang tidak ditunggangi

وعلم الزهد فى بطن من يريد الدنيا

ilmu zuhud di hati orang yang cinta keduniaan, dan

وعمر طويل لا يتزود صاحبه فيه لسفره

umur panjang yang tidak digunakan untuk mencari bekal (ke akhirat).”

Makalah ke 5: Sepuluh Hal Terbaik

وقال علي رضي الله عنه : العلم خير ميراث

‘Ali ra. berkata, “Ilmu adalah sebaik-baiknya harta warisan

والأدب خير حرفة

sopan santun adalah sebaik-baiknya perolehan

والتقوى خير زاد

taqwa adalah sebaik-baiknya bekal ke akhirat

والعبادة خير بضاعة

ibadah adalah sebaik-baiknya harta perniagaan

والعمل الصالح خير قائد

amal shalih adalah sebaik-baiknya penuntun (ke surga)

وحسن الخلق خير قرين

budi pekerti yang mulia adalah sebaik-baiknya teman

والحلم خير وزير

sifat hilm (santun) adalah sebaik-baiknya pembantu

والقناعة خير غني

qana’ah adalah sebaik-baik kekayaan

والتوفيق خير عون،

taufiq adalah sebaik-baiknya pertolongan

والموت خير مؤدب

mati adalah sebaik-baiknya pendidik (Futuristis kebaikan akhlaq).”

Makalah ke 6 : Sepuluh Golongan yang Kufur Kepada Allah

وقال عليه السلام: عشرة من هذه الأمة هم كفار بالله العظيم ويظنون أنهم المؤمنون

Rasulullah saw. bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umat ini yang kufur kepada Allah Yang Maha Agung, namun mereka tetap mengaku bahwa dirinya beriman kepada Allah. Mereka itu adalah :

القاتل بغير حق

orang yang membunuh orang Islam atau kafir dzimmi tanpa alasan yang dibenarkan oleh syara’

والساحر

tukang sihir

والديوث الذي لا يغار على أهله

dayyus, yaitu laki-laki yang tak mempunyai rasa cemburu terhadap anggota keluarganya

ومانع الزكاة

orang yang tidak mau mengeluarkan zakat

وشارب الخمر

peminum khamr

ومن وجب عليه الحج فلم يحج

orang yang tidak mau pergi haji, padahal dirinya sudah wajib haji

والساعي فى الفتن

orang yang suka memfitnah

وبائع السلاح من أهل الحرب

orang yang menjual peralatan perang kepada golongan yang wajib diperangi

وناكح المرأة فى دبرها

orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya, dan

وناكح ذات رحم محرم

orang yang menikahi wanita yang haram dinikahi

إن علم هذه الأفعال حلالا فقد كفر

bila seseorang menganggap bahwa semua perbuatan tersebut halal, berarti dia kufur.”

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah Ke-7, Klik di Sini ….
Facebook Comments

Share This Article