Makalah Kedua Belas: Sepuluh Kategori Hikmah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال لقمان لابنه: يابني إن الحكمة أن تعمل عشرة أشياء

Luqman pernah berkata kepada anaknya (yang bernama Tsaron), “Wahai anakku, hikmah itu adalah engkau menjalankan sepuluh hal, yaitu :

أحدها تحيى القلب الميت

menghidupkan hati yang mati

وتجلس المسكين

bergaul dengan orang-orang miskin

وتتقي مجالس الملوك

tidak terlalu dekat dengan penguasa

وتشرف الوضيع

memulikan orang yang disia-siakan

وتحرر العبيد

memerdekakan hamba sahaya

وتؤوي الغريب

melindungi tamu

وتغني الفقير

menolong orang fakir

وتزيد لأهل الشرف شرفا وللسيد سؤددا

memuliakan orang yang berhak dimuliakan

menghormati orang yang berhak dihormati

وهي أفضل من المال وحرز من الخوف، وعدة فى الحرب، وبضاعة حين يربح. وهي شفيعة حين يعتريه ) العبد ( الهول، وهي دليلة حين ينتهي به اليقين إلى النفس، وهي سترة حين لا يستره ثوب

        Yang sepuluh perkara tersebut adalah lebih utama dari pada harta, memelihara dari ketakutan dalam peperangan merupakan perniagaan yang menguntungkan. Di samping itu sepuluh perkara tersebut merupakan perahu yang bermanfaat ketika datang musibah, petunjuk ketika dia berakhir dengan kematian, dan tutup ketika pakaiannya tidak dapat menutupinya.

Makalah Ketiga Belas: Sepuluh Syarat Taubat

وقال بعض الحكماء: ينبغي للعقل إذا تاب أن يفعل عشر خصال

Ulama ahli bijak berkata, “Orang yang berakal saat bertaubat hendaknya mengerjakan sepuluh perkara, yaitu :

إحداها إستغفار باللسان

lisannya membaca istighfar

وندم بالقلب

hatinya menyesali dosa yang telah dikerjakan

وإقلاع بالبدن

raganya meninggalkan segala bentuk perbuatan dosa tersebut

والعزم أن لا يعود إلى المعصية أبدا

berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya untuk selamanya

وحب الآخرة

mencintai dan mengutamakan akhirat

وبغض الدنيا

tidak cinta duniawi

وقلة الكلام

sedikit bicara

وقلة الأكل والشرب

mengurangi makan dan minum

حتى يتفرغ للعلم والعبادة

tekun dalam mendalami ilmu dan beribadah, dan

وقلة النوم

mengurangi tidur

Tentang banyak bicara Nabi bersabda, “Barangsiapa banyak bicara, maka banyak kelirunya. Dan barangsiapa banyak kelirunya, maka banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka neraka adalah tempat yang paling utama.”

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah Ke-14, Klik di Sini ….

 

Facebook Comments

Share This Article