Makalah Kedelapan Belas: Sepuluh golongan yang tidak akan masuk surga

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وقال ابن عباس رضي الله تعالى عنه عن النبي: عشرة أصناف من أمتي

لا يدخلون الجنة إلا من تائب

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tak akan masuk surga, kecuali untuk yang bertobat. Mereka itu merupakan :

أولهم القلاع

al-qalla’

والجيوف

al-jayyuf

والقتات

al-qattat

والدبوب

ad-daibub

والديوث

ad-dayyus

وصاحب العرطبة

shahibul arthabah

وصاحب الكوبة

shahibul qubah

والعتل

al-’utul,

والزنيم

az-zanim, dan

والعاق لوالديه

al-’aq li walidaih.

قيل: يا رسول الله، ما القلاع؟ قال: الذي يمشي بين يديه الأمراء

Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk membagikan laporan batil dan palsu.”

وقيل: ما الجيوف؟ قال: النباش

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”

وقيل: ما القتات؟ قال: النمام

Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”

وقيل ما الدبوب؟ قال الذي يجمع فى بيته الفتيات للفجور

Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”

وقيل: ما الديوث؟ قال: الذي لا يغارعلى أهله

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus merupakan laki-laki yang tak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”

وقيل ما صاحب العرطبة؟ قال: الذي يضرب بالطبل

Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”

وقيل: ما صاحب الكوبة؟ قال: الذي يضرب الطنبور

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”

وقيل: ما العتل؟ قال: الذي لا يعفو عن الذنب ولا يقبل العذر

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tak mau menerima alasan orang lain.”

وقيل: ما الزنيم؟ قال: الذي ولد من الزنى ويقعد على قارعة الطريق فيغتاب الناس

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain.

 والعاق مشهور

Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”

Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau mengenai ayat ini, “Yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa.” yaitu hari (yang waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)

“Wahai Mu’adz, engkau bertanya mengenai sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.

“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan di hari kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan, berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tak tahu apa-apa; ada yang lidahnya panjang menjulur hingga ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya, sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam dipotong-potong; ada yang disalib di atas pelapah pohon api neraka, ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”

“Mereka yang berwajah kera merupakan orang-orang yang saat di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi merupakan mereka yang saat di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan tips yang haram, seperti cukai dan uang suap.”

Yang berjalan jungkir-balik merupakan mereka yang saat di dunia gemar memakan riba. Yang buta merupakan orang-orang yang saat di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu merupakan orang-orang yang saat di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”

“Yang menggunting lidahnya yang panjang sampai ke dada adalah ulama dan tukang-tukang kisah yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang memotong-motong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang saat di dunia suka menyakiti tetangganya.”

“Yang disalib di atas pohon kayu neraka adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai merupakan orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan hawa nafsunya.”

“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Baca Makalah Ke-19, Klik di Sini ….

 

 

Sumber: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

 

Facebook Comments

Share This Article