Makalah Kesembilan Belas: Sepuluh Orang yang Shalatnya Tidak Diterima

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah S.A.W. telah bersabda, “Siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka sesungguhnya shalat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim)

قال النبي: عشرة نفر لن يقبل الله تعالى صلاتهم:

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, “Sepuluh orang yang shalatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, yaitu:

رجل صلى وحيدا بغيرقراءة

Laki-laki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.

ورجل لا يؤدي الزكاة

Laki-laki yang tidak mengeluarkan zakat.

ورجل يؤم قوما وهم له كارهون

Laki-laki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

ورجل مملوك آبق

Laki-laki yang melarikan diri.

ورجل شارب الخمرمدمن

Laki-laki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).

وامرأة باتت وزوجها ساخط عليها

Wanita yang suaminya marah kepadanya.

وامرأة حرة تصلى بغير خمار

Wanita yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.

وآكل الربى

Orang-orang yang suka makan riba

والإمام الجائر

Imam atau pemimpin yang Arogan dan dzalim menganiaya.

ورجل لا تنهاه صلاته عن الفحشاء والمنكر لا يزداد من الله إلا بعدا

Orang yang shalatnya tidak bisa menahannya dari menjalankan perbuatan yang keji dan munkar.”

Sabda Rasulullah saw. “Barangsiapa yang shalatnya itu tidak bisa menahannya dari menjalankan perbuatan keji dan munkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.”

Hassan r.a berkata, “Kalau shalat kita itu tidak bisa menahan kita dari menjalankan perbuatan munkar dan keji, maka sesungguhnya kita dianggap orang yang tidak mengerjakan shalat. Dan di hari kiamat nanti shalatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Baca Makalah Ke-20, Klik di Sini ….

 

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments