Makalah Kedua Puluh Tiga: Sepuluh hal di sepuluh tempat, ternyata aku memperolehnya di sepuluh tempat yang lain

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن بعض الحكماء: طلبت عشرة فى عشرة مواطن فوجدتها فى عشرة أخرى:

Sebagian ahli bijak berkata, aku mencari sepuluh hal di sepuluh tempat, ternyata aku memperolehnya di sepuluh tempat yang lain yaitu:

طلبت الرفعة فى التكبر فوجدتها فى التواضع

Aku mencari ketinggian derajat dalam kesombongan, akan tetapi aku menemukannya dalam ketawadhu’an

وطلبت العبادة فى الصلاة فوجدتها فى الورع

Aku mencari puncak ibadah dalam shalat, ternyata aku menemukannya dalam sifat wara’

وطلبت الراحة فى الحرص فوجدتها فى الزهد

Aku mencari kesenangan dalam menumpuk-numpuk harta, akan tetapi aku menemukannya dalan zuhud (kesederhanaan)

وطلبت نور القلب فى صلاة النهار جهرا فوجدته فى صلاة الليل سرا

Aku mencari pelita hati dalam shalat di siang hari, ternyata aku menemukannya dalam shalat tahajud di malam hari

وطلبت نور القيامة فى الجود والسخاوة فوجدته فى العطش والصوم

Aku mencari cahaya (penerang) untuk hari kiamat dalam kedermawanan dan kemurahan hati, ternyata aku menemukannya dalam kehausan di saat puasa

وطلبت الجوازعلى الصراط فى أضحية فوجدتها فى الصدقة

Aku mencari kemudahan untuk melintasi shirath dengan tips berkurban, ternyata aku menemukannya dalam shadaqah

وطلبت النجاة من النار فى المباحات فوجدتها فى ترك الشهوات

Aku mencari keselamatan dari siksa neraka dalam hal yang diperbolehkan, ternyata aku mendapatkannya dengan menghindari keinginan hawa nafsu

وطلبت حب الله تعالى فى الدنيا فوجدتها ته فى ذكر الله تعالى

Aku mencari kecintaan terhadap Allah dengan tips meninggalkan keduniaan, ternyata aku menemukannya dalam berdzikir

وطلبت العافية فى المجامع فوجدتها فى العزلة

Aku mencari kesentosaan dalam bergaul dengan masyarakat, ternyata aku menemukannya dalam ‘uzlah

وطلبت نور القلب فى المواعظ وقراءة القرآن فوجدتها فى التفكروالبكاء

Aku mencari cahaya hati dalam berbagai nasihat dan membaca Al-Quran, ternyata aku menemukannya dalam bertafakkur dan menangis di hadapan Allah (di akhir malam)

Mengenai keutamaan shalat Tahajjud, Rasulullah SAW bersabda, “Sedekat-dekat Tuhan dengan hamba-Nya adalah di sepertiga malam yang terakhir. bila kalian mampu menjadi orang yang Bisa berdzikir kepada Allah di saat itu, silahkan engkau lakukan.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Hakim)

“Shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan oleh anak Adam di sepertiga malam yang terakhir itu lebih bagus baginya daripada dunia dan seisinya. bila tak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan aku wajibkan hal itu kepada mereka.” (HR. Ibnu Nashr)

Berkaitan dengan keutamaan puasa, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang dinamakan ‘Ar-Rayyan’ sebagai tempat masuk Eksklusif untuk mereka yang suka berpuasa, dan tak seorang pun selain mereka yang diizinkan masuk melewati pintu tersebut. saat ditanyakan, ‘Di manakah orang-orang yang suka berpuasa?’ mereka berdiri. Tak ada seorang pun yang Bisa masuk melalui pintu itu selain mereka. Apabilka mereka sudah masuk semua, maka pintu itu dikunci. Dengan demikian, tak ada seorang pun yang bisa masuk dari pintu tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d)

“Tak ada seorang hamba yang berpuasa sewaktu berperang di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan dia dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id)

Bekaitan dengan keutamaan dzikir, Nabi SAW bersabda, “Dzikir itu lebih bagus daripada shadaqah (sunnah), juga lebih bagus daripada puasa.” (HR. Abu Syaikh dan Abu Hurairah)

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Dari : “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Baca Makalah Ke-24, Klik di Sini ….
Facebook Comments