Wasiat Rasulullah saw. kepada Mu’az, “Hai Mu’az, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan setiap selesai bersembahyang mengucapkan: “Ya Allah, berilah saya pertolongan untuk tetap berdzikir kepada-Mu, serta bersyukur kepada-Mu dan beribadat secara baik. Berikut sebagian dzikir yang dicontohkan Rasulullah SAW.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Dari Jabir r.a., katanya, “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: Seutama-utama dzikir ialah lafaz La ilaha illallah.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadits hasan.
  2. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir,

Artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam sehari seratus kali, maka ia memperoleh pahala yang menyamai dengan memerdekakan sepuluh orang hambasahaya, juga untuknya dicatatlah sebanyak seratus kebaikan dan dihapuskanlah dari dirinya sebanyak seratus keburukan, juga ia dapat memperoleh perjagaan dari godaan syaitan pada harinya itu sampai waktu sore. Tiada seorangpun yang dapat memperoleh sesuatu yang lebih utama dari apa yang dilakukan oleh orang di atas itu, melainkan seseorang yang mengerjakan lebih banyak dari itu.”  (Muttafaq ‘alaih)

  1. Dari Abu Ayyub al-Anshari r.a. dari Nabi SAW. sabdanya, “Barangsiapa mengucapkan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihat Hadits di atas, sebanyak sepuluh kali, maka ia adalah sebagaimana seseorang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail.” (Muttafaq ‘alaih)
  2. Dari Almughirah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW. itu apabila selesai dari shalat dan telah bersalam, lalu mengucapkan: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir – artinya lihat Hadits di atas.

Allahumma laa mani’a lima a’thaita wa laa mu’thia limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu

Artinya: Ya Allah, tiada yang kuasa menolak terhadap apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang kuasa memberi terhadap apa saja yang Engkau tolak dan tiada akan memberikan kemanfaatan kekayaan itu kepada orang yang memilikinya daripada siksa-Mu. (Muttafaq ‘alaih)

  1. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. katanya, “Rasulullah SAW. bersabda kepadaku, “Tidakkah engkau suka kalau saya tunjukkan kepadamu pada sesuatu gedung simpanan dari beberapa gedung simpanan surga?” Saya – Abu Musa – berkata, “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau Rasulullah SAW. lalu bersabda: “Yaitu ucapan: Laa haula walaa quwwata ilia billah -Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Sumber: Riyadhus Shalihin

Ucapan yang Dicintai Allah dan Ringan pada Lisan: di sini ….
Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }