Pada postingan sebelumnya telah dikutif beberapa ayat yang menjelaskan tentang warisan. Beberapa orang teman saya juga sama-sama ingin memahami hal ilmu waris. Sebagai pelengkap penjelasannya, berikut ini ditampilkan bagan ahli waris baik dari pihak laki-laki maupun perempuan.

As-habul Furuudh dari pihak Laki-laki
No. Nama As-habul Furuudh Fardh Syarat
1. Ayah 1/6 Jika bersama far’/keturunan yang laki-laki (anak laki-laki atau cucu laki-laki dari anak laki-laki)
1/6 dan ‘ashabah Jika bersama anak perempuan atau cucu perempuan dari anak laki-laki
‘Ashabah Jika tidak ada far’/keturunan laki-laki atau perempuan (anak/cucu dari anak laki-laki)
2. Suami ¼ Jika bersama anak atau cucu dari anak laki-laki, baik laki-laki maupun perempuan. Jika far’nya bukan termasuk ahli waris seperti puteri dari puteri, maka ia tidaklah mengurangi bagian suami atau isteri.
½ Jika tidak ada anak atau cucu, baik laki-laki maupun perempuan, baik dari dirinya maupun suami lain
3. Kakek shahih (ayahnya ayah dst. ke atas) 1/6 Jika ada anak/cucu laki-laki
1/6 + sisa Jika ada seorang anak perempuan/cucu perempuan, dan tidak ada anak/cucu laki-laki
‘Ashabah Jika tidak ada ayah dan keturunan (anak/cucu)
Tertutup Jika ada ayah
4. Bagian saudara seibu (lain bapak) 1/6 Jika sendiri, dan tidak ada anak/cucu/ayah/kakek
1/3 Jika dua orang atau lebih, dan tidak ada anak/cucu/ayah/kakek
Tertutup (mahjub) Jika ada anak/cucu/ayah/kakek
As-habul Furuudh dari pihak perempuan
No. Nama As-habul furuudh Fardh Syarat
1. Isteri Jika isteri lebih dari satu, maka mereka membagi rata dari 1/4 atau 1/8.] 1/4 Jika tidak ada anak atau cucu dari anak laki-laki, baik dari dirinya maupun isteri lain
1/8 Jika bersama anak atau cucu dari anak laki-laki
2. Ibu 1/3 Jika tidak ada anak atau cucu dari anak laki-laki dan sejumlah (lebih dari satu) orang saudara
1/6 – Jika bersama anak atau cucu dari anak laki-laki, atau

– Sejumlah (lebih dari satu) saudara, baik pria maupun wanita Baik mereka laki-laki saja, atau laki-laki bersama wanita atau wanita saja, juga sama saja baik sekandung, seayah atau seibu.]

1/3 dari sisa harta peninggalan Jika bersama ayah dan suami atau isteri
3. Nenek 1/6 (baik sendiri maupun banyak) Jika tidak ada ibu.
Tetutup Jika ada ibu atau nenek yang lebih dekat kepada si mati.
4. Anak perempuan 1/2 Jika seorang diri dan tidak ada anak laki-laki
2/3 Jika dua orang atau lebih dan tidak ada anak laki-laki
‘Ashabah Jika bersama anak laki-laki, yakni bagian seorang laki-laki dua bagian wanita
5. Cucu perempuan dari anak laki-laki 1/2 Jika seorang diri dan tidak ada anak laki-laki atau anak perempuan
2/3 (dibagi rata) Jika dua orang atau lebih dan tidak ada anak/cucu laki-laki
1/6 Jika bersama seorang anak perempuan (tidak meninggalkan anak laki-laki atau cucu laki-laki) menyempurnakan 2/3
‘Ashabah Jika bersama dengan cucu laki-laki
Tertutup – Jika ada anak laki-laki,

– Jika ada dua puteri atau lebih, kecuali jika bersama mereka ada cucu laki-laki dari anak laki-laki yang sederajat atau di bawah mereka sehingga mereka menjadi ‘ashabah

6. Saudari kandung 1/2 Jika seorang diri dan tidak ada anak/cucu, ayah/kakek dan tidak ada saudara sekandung
2/3 Jika 2 orang atau lebih dan tidak ada anak/cucu, ayah/kakek dan tidak ada saudara sekandung
‘Ashabah bil ghair Jika bersama saudara laki-laki sekandung dan tidak ada orang-orang di atas, bagian seorang laki-laki adalah dua bagian perempuan.
‘Ashabah ma’al ghair Jika bersama anak perempuan/cucu perempuan dari anak laki-laki, ia mengambil sisanya setelah anak perempuan atau cucu perempuan mengambil bagian sebagai as-habul furudh
Tertutup Ketika ada ahli waris far’ yang laki-laki seperti anak/cucu dan ketika ada ahli waris ushul seperti bapak, adapun oleh kakek masih ada khilaf
7. Saudari seayah 1/2 Jika sendiri dan tidak ada anak atau cucu, saudara sebapak, saudari sekandung dan ayah/kakek.
2/3 Jika ada 2 orang atau lebih dan tidak ada anak atau cucu, saudara dan ayah/kakek.
1/6 Jika bersama-sama dengan seorang saudari kandung, tanpa saudara laki-laki.
‘Ashabah bighairih Jika ada saudara laki-laki sebapak, seorang laki-laki mendapatkan dua bagian perempuan.
‘Ashabah ma’a ghairih Jika bersama dengan anak perempuan atau cucu perempuan, ia mengambil sisanya setelah anak perempuan atau cucu perempuan mengambil bagian sebagai as-habul furudh.
8. Saudari seibu (lain bapak) 1/6 Jika sendiri, dan tidak ada anak/cucu/ayah/kakek
1/3 Jika dua orang atau lebih, dan tidak ada anak/cucu/ayah/kakek
Tetutup Jika ada anak/cucu/ayah/kakek

Sumber: http://www.tafsir.web.id/2013/01/html#sthash.YG9679gN.dpuf

Warisan Menurut Al-Qur’an : di sini ….
Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }