Rahmat dan kasih sayang adalah sifat-Nya, dan semua kebaikan yang diperoleh makhluk di dunia dari sejak Allah menciptakan alam dan seterusnya adalah dengan rahmat-Nya Dia menyelamatkan nabi-nabi-Nya dan orang-orang yang mengikutinya. Allah menyelamatkan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia.

Penduduk Aikah ialah penduduk Madyan yaitu kaum Nabi Syu’aib ‘alaihis salam. Pada zamannya mereka melakukan perbuatan yang membuat Allah murka, yaitu kesyirkkan, kekafiran dan kemaksiatan. Di samping itu juga suka mengurangi takaran dan timbangan.

Mereka diberi hukuman. Yang dalam Ibnu Katsir dijelaskan “Ini termasuk jenis (azab) yang mereka minta, yaitu ditimpakan kepada mereka gumpalan (dari langit). Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjadikan hukuman mereka dengan menimpakan panas yang tinggi selama tujuh hari, di mana mereka tidak terlindungi oleh sesuatu apa pun, lalu sebuah awan datang kepada mereka dan menaungi mereka, kemudian mereka pergi ke naungan itu dan berlindung di bawah naungan itu dari panas yang mereka rasakan. Ketika mereka semua telah berkumpul di bawahnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengirimkan kepada mereka percikan api, gejolaknya dan sinar yang sangat terang, lalu bumi mengguncang mereka, kemudian datang kepada mereka suara keras yang membuat ruh-ruh mereka keluar (mati).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلا تَتَّقُونَ

Ketika Syu’aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS Asy Syu’araa’ : 177)

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu. (QS Asy Syu’araa’ : 178)

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS Asy Syu’araa’ : 179)

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS Asy Syu’araa’ : 180)

أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan. (QS Asy Syu’araa’ : 181) pendustaan

وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ

Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. (QS Asy Syu’araa’ : 182) pendustaan

وَلا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. (QS Asy Syu’araa’ : 183)

وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الأوَّلِينَ

Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu. (QS Asy Syu’araa’ : 184)

قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ

Mereka berkata: Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir. (QS Asy Syu’araa’ : 185)

وَمَا أَنْتَ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

Dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. (QS Asy Syu’araa’ : 186)

فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS Asy Syu’araa’ : 187)

قَالَ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

Syu’aib berkata: Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Asy Syu’araa’ : 188)

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. (QS Asy Syu’araa’ : 189)

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الآخِرَ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan. (QS Al ‘Ankabuut : 36)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Mengajak Menyembah Allah : di sini ….
Facebook Comments