Kisah Nabi Shaleh as. dengan Kaumnya

0
296

Nabi Shaleh as. mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, memohon ampunan-Nya, bertobat kepada-Nya. Dan menyerukan bahwa janganlah pertentangan antara dia dengan kaumnya menyebabkan menjadi jahat hingga ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud, dan mengingatkan kaum Luth yang diazab tidak jauh dari mereka. Allah SWT. berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al A’raaf : 73)

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. Al A’raaf : 74)

قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh (menjadi rasul) di utus oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya. (QS. Al A’raaf : 75)

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shaleh : Sembahlah Allah. Tetapi tiba-tiba mereka dua golongan yang bermusuhan. (QS. An Naml : 45)

قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat. (QS. An Naml : 46)

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Dan kepada Tsamud saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya , karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat lagi memperkenankan. (QS. Huud : 61)

وَيَا قَوْمِ لا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak jauh dari kamu. (QS. Huud : 89)

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلا تَتَّقُونَ

Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? (QS. Asy Syu’araa’ : 142)

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu. (QS. Asy Syu’araa’ : 143)

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy Syu’araa’ : 144)

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. Asy Syu’araa’ : 145)

أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَا هُنَا آمِنِينَ

Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini dengan aman. (QS. Asy Syu’araa’ : 146)

فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Di dalam kebun-kebun serta mata air. (QS. Asy Syu’araa’ : 147)

وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

Dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. (QS. Asy Syu’araa’ : 148)

وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ

Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin. (QS. Asy Syu’araa’ : 149)

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy Syu’araa’ : 150)

وَلا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ

Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas. (QS. Asy Syu’araa’ : 151)

الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ وَلا يُصْلِحُونَ

Yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan. (QS. Asy Syu’araa’ : 152)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

.

««««« menu «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here