Ada muka yang putih berseri, ada pula muka yang hitam muram, Ada yang pendengaran dan penglihatan tajam, ada yang beruntung ada yang merugi, Ada yang menyatakan ketundukannya kepada Allah dan dan ada yang hilanglah kesombongannya, Penglihatan menjadi goncang, wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong, tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri. Demikian keadaan manusia di hari yang telah ditentukan. Allah SWT. berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (QS. Ali-Imran : 106)

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا لَكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini berada dalam kesesatan yang nyata. (QS. Maryam : 38)

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

Dan tunduklah semua muka kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus . Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman. (QS. Thaahaa : 111)

يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لا عِوَجَ لَهُ وَخَشَعَتِ الأصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلا تَسْمَعُ إِلا هَمْسًا

Pada hari itu manusia mengikuti penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. (QS. Thaahaa : 108)

وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ

Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata terbelalak. (QS. Ibrahim : 42)

وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan . (QS. An Nahl : 87)

رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak oleh jual beli dari mengingati Allah, dan mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang.  (QS. An Nuur : 37)

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (QS. Al Hajj : 2)

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (QS. Ibrahim : 43)

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ

Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa. (QS. Ar Ruum : 12)

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ

Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. (QS. Ar Ruum : 14)

يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَفْسِهَا وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ

Suatu hari tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya . (QS. An Nahl : 111)

لِيَوْمِ الْفَصْلِ

Sampai hari keputusan. (QS. Al Insaan : 13)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ

Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? (QS. Al Insaan : 14)

هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالأوَّلِينَ

Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu. (QS. Al Insaan : 38)

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan. (QS. An Naba’ : 17)

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam. (QS. An Nazi’at : 6)

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (QS. An Nazi’at : 7)

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ

Hati manusia pada waktu itu sangat takut, (QS. An Nazi’at : 8)

أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ

Pandangannya tunduk. (QS. An Nazi’at : 9)

يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ

(Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (QS. An Nazi’at : 10)

أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (QS. An Nazi’at : 11)

قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

Mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. (QS. An Nazi’at : 12)

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ

Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja. (QS. An Nazi’at : 13)

فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (QS. An Nazi’at : 14)

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. (QS. Al Zalzalah : 6)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Hari Tiada Lagi Berguna Berbagai Perkara: di sini ….
Facebook Comments

Share This Article