“Alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini.” Demikian perkataan orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya. Mereka tahu tempatnya adalah neraka yang menyala-nyala. Allah SWT. berfiman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). (QS. Al Haaqqah : 25)

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. (QS. Al Haaqqah : 26)

يَا ‎لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. (QS. Al Haaqqah : 27)

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ

Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. (QS. Al Haaqqah : 28)

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

Telah hilang kekuasaanku daripadaku.” (QS. Al Haaqqah : 29)

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. (QS. Al Haaqqah : 30)

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. (QS. Al Haaqqah : 31)

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. (QS. Al Haaqqah : 32)

إِنَّهُ كَانَ لا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. (QS. Al Haaqqah : 33)

وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (QS. Al Haaqqah : 34)

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَا هُنَا حَمِيمٌ

Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. (QS. Al Haaqqah : 35)

وَلا طَعَامٌ إِلا مِنْ غِسْلِينٍ

Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (QS. Al Haaqqah : 36)

لا يَأْكُلُهُ إِلا الْخَاطِئُونَ

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (QS. Al Haaqqah : 37)

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (QS. Al Muddatstsir : 46)

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (QS. Al Infithaar : 15)

الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan (QS. Al Muthaffifiin : 11)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Al Zalzalah : 7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al Zalzalah : 8)

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, (QS. Al Qaari’ah : 8)

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (QS. Al Qaari’ah : 9)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (QS. Al Qaari’ah : 10)

نَارٌ حَامِيَةٌ

(Yaitu) api yang sangat panas. (QS. Al Qaari’ah : 11)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Azab bagi yang mendustakan hari kiamat: di sini ….
Facebook Comments