Gabungan kata disebut pula bentuk senyawa, kata majemuk, atau komposium. Gabungan kata ialah persenyawaan dua kata atau lebih yang membentuk kata baru.

Ciri-ciri:

bentuk senyawa paling sedikit dua kata: meja makan, orang tua.

bentuk senyawa tak dapat disisipi kata tugas yang, atau, dan. Jika masih dapat dieksplisitkan dengan kata tugas tersebut bukan termasuk bentuk senyawa, tetapi kelompok kata.

Anggota bentuk senyawa tidak dapat diturunkan letaknya. Papan tulis tidak dapat dijadikan tulis papan.

Tiap anggota bentuk senyawa sama-sama memiliki arti leksis.

Macam-macam Kata Majemuk

Kata Majemuk yang anggota-anggotanya terdiri atas morfem-morfem bebas/ bentuk gabung bebas. Misalnya: besar kepala, batu tulis, kamar tamu.

Kata Majemuk berimbuhan. Misalnya: berbesar hati, kebesarkepalaan, berkakitangankan.

Gabungan kata ulang. Misalnya: berumah-rumahsakit, menganak-anakan.

Berdasakan hubungan antaranggotanya, Kata Majemuk terbagi atas:

  • Bentuk terpusat: salah satu anggotanya menjadi unsur pusat dan dapat mewakili keseluruhan bentuk yang bersangkutan.
  • Bentuk terpusat DM, anggota pertama sebagai unsur pusat menjadi bagian yang diterangkan (D) dan yang lain menerangkan (M)

Misalnya: kamar mandi, papan tulis.

  • Bentuk terpusat MD, angota yang menjadi unsur pusat (D) didahului oleh bagian yang menerangkan (M). misalnya: panca sila, dalam negeri.

Bentuk setara. Misalnya: muda belia, besar kecil, kaki tangan.

Arti Kata Majemuk

Menyatakan benda/ hal: kamar mandi, buah hati.

Menyatakan perbuatan atau laku: datang pergi, keluar masuk.

Menyatakan sifat: cerdik pandai, besar kecil.

Menyatakan kata tugas: lagi pula, apa bila, daripada, walaupun begitu.

Penulisan Gabungan Kata

Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.
Misalnya:

duta besar model linear
kambing hitam persegi panjang
orang tua rumah sakit jiwa
simpang empat meja tulis
mata acara cendera mata

Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:

anak-istri pejabat anak istri-pejabat
ibu-bapak kami ibu bapak-kami
buku-sejarah baru buku sejarah-baru

Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.
Misalnya:

bertepuk tangan
menganak sungai
garis bawahi
sebar luaskan

Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.
Misalnya:

dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan
penghancurleburan
pertanggungjawaban

Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Misalnya:

acapkali
adakalanya
apalagi
bagaimana
barangkali
beasiswa
belasungkawa
bilamana
bumiputra
darmabakti
dukacita
hulubalang
kacamata
kasatmata
kilometer
manasuka
matahari
olahraga padahal
peribahasa
perilaku puspawarna
radioaktif
saptamarga
saputangan
saripati
sediakala
segitiga
sukacita
sukarela
syahbandar
wiraswata

Pemakaian Huruf Miring dan Tebal: di sini ….

Facebook Comments

Share This Article