Sumber yang digunakan dalam pembahasan “Tanda Elipsis (…) dan Tanda Pisah (—)” pada postingan ini adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sebelum menyimak kutipan Permen tersebut, ada baiknya kita menguji pemahaman kita dulu. Dan kita bisa melihat capaian nilai dengan membuka submit di bawah.

Selamat memilih jawaban yang paling tepat!

Welcome to your Tanda Elipsis

Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang ….
Pemakaian tanda elipsis di bawah ini benar, kecuali ….
Pernyataan yang benar adalah ….
Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan ….
Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik dengan jumlah titiknya sebanyak ….
Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog. Misalnya ….
Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya ….
Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain. Penulisan berikut benar, kecuali ….
Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'. Berikut penulisannya benar, kecuali ….
Pemakaian tanda pisah berikut benar, kecuali ….

Pembahasan

1. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:
Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah ….
…, lain lubuk lain ikannya.
Catatan:
(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
(2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).

2. Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

Misalnya:
―Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?‖
―Jadi, simpulannya … oh, sudah saatnya istirahat.‖
Catatan:
(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
(2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).

Tanda Pisah (—)

1. Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang mem-beri penjelasan di luar bangun kalimat.

Misalnya:
Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.

Misalnya:
Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.
Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia—amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan.

2. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Misalnya:
Ia pernah tinggal di Bandung dari tahun tahun 2010—2012 bersama keluarganya.
Pertandingan akan dilaksanakan mulai tanggal 5—10 April 2016
Perjalanan Jakarta—Bandung sangat menyenangkan.
Dibaca: Tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.  Tanggal 5 sampai dengan tanggal 10 April 2016.

Pemakaian Tanda Hubung: di sini ….

Facebook Comments

Share This Article