Ada dua proses seseorang dapat menguasai bahasa yaitu melalui proses pemerolehan dan proses pembelajaran. Melalui proses pemerolehan apabila memperoleh bahasa itu dilakukan di bawah sadar, tidak terencana, tidak terstuktur, tidak adanya prosedur, tidak menerapkan metoda yang jelas, tidak perlu langkah-langkah tertentu seperti dalam kegiatan pembelajaran, tetapi anak-anak bisa lancar dalam bahasa pertamanya. Seorang bayi karena sering mendengar tuturan orang dewasa di sekitarnya, mulai meniru mengucapkan ma, pa, mama, papa, haohakeng, mengulang-ulang ucapan mama, ibu, bapak, dan sebagainya. Diawali dari belum mengetahui makna yang diucapkannya, sampai seiring dengan perkembangannya, kata-kata yang sering didengar dan diucapkannya tersebut mulai dipahami. Dia mengucapkan ibu itu untuk menyebutkan nama orang yang telah melahirkannya. Menyebutkan bapak itu, merujuk kepada orang yang menjadi ayahnya, dan untuk selanjutnya pemanggilan kata bapak bisa untuk memanggil guru dan seterusnya.

Ketika bayi, dia menyampaikan informasi dan perasaannya melalui menangis. Dia lapar disampaikan dengan menangis, ketika ada gangguan di tubuhnya, dia menangis, ketika udara tak nyaman disampaikan dengan menangis dan seterusnya. Kini sang bayi mulai akan menginjak masa kanak-kanak, Ia mulai pintar menjawab pertanyaan matematika yang diajukan ibunya. Ibunya bertanya 1 + 1 = …., 3 – 1 = …., 2 x 1 = ….., 4 : 2 = …., 100 – 98 = …. Sang anak menjawab dengan jawaban yang betul semua, yaitu untuk menjawab pertanyaan seperti itu ialah dua. Ibunya merasa bangga, anaknya telah mampu menjawab soal-soal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bahkan dengan angka ratusan. Sebenarnya kepintaran bayi tersebut adalah dalam hal menghasilkan tuturan secara spontan yang sama sekali ia sendiri belum memahami konsep tersebut, sampai pada usia kematangannya baru memahami pertanyaan-pertanyaan ibunya itu bahkan di kemudian hari ia mulai balik mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada ibunya dan orang-orang di sekitarnya.

Demikianlah gambaran perkembangan pemerolehan bahasa anak yang akan terus berkembang sesuai dengan fase-fase berbahasanya. Dan inilah yang ingin saya pahami dengan beberapa teori, seperti Teori Behaviorisme dengan tokohnya B.F. Skinner yang terkenal dengan hubungan antara rangsangan dan reaksi atau stimulus dan response yang beranggapan bahwa pikiran anak merupakan tabula rasa yang akan diisi dengan asosiasi S-R. Kemudian yang menentang Teori Behaviorisme adalah Chomsky dengan Teori Nativisme, selanjutnya ada Teori Kognitivisme dengan tokohnya Jean Piaget, dan Teori Interaksionisme dengan tokohnya Howard Gardner.

Teori-teori tersebut, dijelaskan dalam Modul Guru Pembelajar Bahasa Indonesia SMP Kelompok Kompetensi Profesional A.

Mudah-mudahan dengan cara seperti ini dapat membantu saya dalam belajar.

Pemerolehan Bahasa: di sini ….

Facebook Comments