Orang yang melaksanakan ibadah haji boleh memilih salah satu dari tiga macam manasik haji, Yaitu: Tamattu, Ifrad, dan Qiran

Tamattu, yaitu berihram untuk melakukan umrah pada bulan-bulan haji dan bertahallul darinya, kemudian berihram kembali untuk haji pada tahun itu.

Ifrad, yaitu berihram untuk haji saja.

Qiran yaitu berihram untuk melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan, atau berihram untuk umrah kemudian memasukkan niat haji sebelum ia memulai tawaf umrah.

Ibadah haji dan umrah merupakan 2 (dua) peribadatan yang masing-masing berdiri sendiri, dengan demikian tidak setiap ibadah haji harus digabung dengan ibadah umrah.

Rukun-rukun haji, ialah:

  1. Ihram (niat)
  2. Wukuf di arafah
  3. Tawaf ifadah
  4. Sa’i antara shafa dan marwah
  5. Mencukur/memotong rambut kepala
  6. Tertib sesuai dengan tuntunan manasik haji.

Apabila tidak melaksanakan salah satu rukun haji tersebut, maka hajinya tidak sah.

Wajib haji ada 6 (enam)

  1. Ihram haji dari miqat
  2. Mabit di Muzdalifah
  3. Mabit di Mina
  4. Melontar Jamrah
  5. Menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram.
  6. Thawaf wada bagi yang akan meninggalkan Makkah.

Apabila meninggalkan salah satu wajib haji, maka hajinya sah akan tetapi wajib membayar dam. Meninggalkan thawaf wada’ bagi jamaah haji yang uzur (sakit atau sedang haid) tidak dikenakan dam.

Rukun umrah ada 5 (lima), yaitu:

  1. Ihram (niat)
  2. Thawaf
  3. Sa’i
  4. Bercukur
  5. Tertib

Apabila meninggalkan salah satu rukun umrah, maka umrahnya tidak sah.

Wajib umrah adalah ihram umrah dari miqat dan tidak melakukan perbuatan/ hal-hal yang diharamkan pada waktu melakukan umrah. Apabila meninggalkan wajib umrah, maka wajib membayar dam.

Umrah wajib adalah umrah yang baru pertama kali dilakukan (disebut juga umratul islam) atau umrah yang dilakukan karena nazar.

Umrah sunat adalah umrah yang dilaksanakan untuk yang kedua kali dan sterusnya, dan bukan karena nazar.

Ada yang berpandangan melaksanakan umrah 7 (tujuh kali) sama pahalanya dengan melaksanakan ibadah haji 1 (satu) kali. Ini tidak benar karena tidak ada dalil yang menyatakan demikian. Dan melakukan umrah berkali-kali sebelum wukuf, ada baiknya menjaga kondisi kesehatan dalam rangka persiapan wukuf. Mengingat Rasulullah SAW melakukan umrah 4 (empat) kali dalam 4 (empat) tahun yang berbeda.

Demikianlah, bahwa pada dasarnya sebuah ilmu adalah untuk penerapan pada tingkat pribadi-pribadi. Semoga Allah SWT memberikan izin kembali bagi yang sudah dan memberikan kemampuan kepada kita semua, agar bisa bersujud di hadapan tugu kerajaan-Nya. Amin.

Semoga bermanfaat.

Rangkaian Melaksanakan Ibadah Haji: di sini ….

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }