Setiap orang muslim yang merdeka, wajib beribadah haji, jika memiliki sesuatu yang cukup untuk pulang ke tanah air (pulang pergi), lebih untuk membayar utang, lebih untuk membeli pakaian yang layak, serta lebih dari menafkahi selama pergi ke Baitullah dan kembali dari sana. (Sullam Taufiq).

Ibadah haji ialah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan beberapa amalan antara lain: wukuf, mabit, thawaf, sa’i dan amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya. Ibadah Umrah ialah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan thawaf, sa’I dan mencukur/ menggunting rambut (tahallul). (Kementerian Agama RI).

Allah swt berfirman:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Allah mewajibkan atas semua manusia melakukan ibadat haji ke Baitullah, yaitu kepada orang yang kuasa mengadakan perjalanan. Barangsiapa yang kafir, maka sesungguhnya Allah itu Maha kaya (tidak membutuhkan) dari alam semesta.”(QS. Ali-lmran: 97)

َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga.” Muttafaq Alaihi. (Bulughul Maram: Hadits No. 726)

َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ: نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ. وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim. (Bulughul Maram: Hadits No. 727)

َوَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَابِيٌّ. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! أَخْبِرْنِي عَنْ اَلْعُمْرَةِ, أَوَاجِبَةٌ هِيَ? فَقَالَ: لَا وَأَنْ تَعْتَمِرَ خَيْرٌ لَكَ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ ضَعِيفٍ عَنْ جَابِرٍ مَرْفُوعًا: ( اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ فَرِيضَتَانِ )

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku tentang umrah, apakah ia wajib? Beliau bersabda: “Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu.” Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf. Ibnu Adiy mengeluarkan hadits dari jalan lain yang lemah, dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu berupa hadits marfu’: Haji dan umrah adalah wajib. (Bulughul Maram: Hadits No. 728)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Islam didirikan atas lima perkara, yaitu menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa dalam bulan Ramadhan.”/ Muttafaq ‘alaih. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1268)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. berkhutbah kepada kita lalu bersabda, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan atasmu semua akan beribadat haji, maka kerjakanlah ibadat haji itu.” Kemudian ada seorang lelaki bertanya, “Apakah itu untuk setiap tahun, ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. berdiam saja, tidak menjawab pertanyaannya tadi. Kemudian orang itu menanyakannya sampai tiga kali. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda, “Jikalau saya menjawab “Ya,” niscayalah beribadat haji akan menjadi wajib setiap tahun sekali, dan tentu engkau semua tidak akan kuasa mengerjakannya.” Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: “Tinggalkanlah aku, janganlah menanyakan padaku apa-apa yang saya tinggalkan untukmu semua yakni apa-apa yang tidak saya sebutkan. bahwasanya yang menyebabkan rusaknya orang-orang sebelummu itu ialah karena mereka terlampau banyak bertanya dan senantiasa menyalahi pada Nabi-nabi mereka. Maka dari itu, apabila saya memerintahkan kepadanmu semua dengan sesuatu perkara, lakukanlah itu sekuat tenaga yang ada padamu semua dan jikalau saya melarang engkau semua dari sesuatu perkara, maka tinggalkanlah itu.” / Riwayat Muslim. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1269)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah s.a.w. ditanya amalan apakah yang lebih utama?” Beliau s.a.w. menjawab, “Beriman kepada Allah dan RasulNya.” Ditanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau s.a.w. menjawab: “Jihad fi-sabilillah.” Ditanya kembali, “Kemudian apa lagi?” Beliau s.a.w. menjawab: “Haji yang mabrur.” (Muttafaq ‘alaih)

Mabrur artinya ialah orang yang beribadah haji itu tidak melakukan sesuatu kemaksiatan di dalamnya. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1270)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, “Barangsiapa mengerjakan ibadah haji, lalu ia tidak berbuat kelalaian dan tidak pula mengerjakan dosa kemaksiatan besar atau kecil tetapi berulang kali, maka ia akan kembali dari ibadat hajinya itu sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya, yakni tidak ada dosa dalam dirinya sama sekali.” / Muttafaq ‘alaih. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1271)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Umrah ke umrah yang berikutnya adalah menjadi penutup dosa dalam waktu antara dua kali umrahan itu, sedang haji mabrur, maka tidak ada balasan bagi yang melakukannya itu melainkan syurga.” / Muttafaq ‘alaih. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1272)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya, “Saya berkata “Ya Rasulullah, kita mengetahui bahwa jihad adalah seutama-utama amalan. Maka dari itu, apakah kaum wanita tidak baik mengikuti jihad?” Beliau s.a.w. lalu menjawab: “Bagi engkau kaum wanita, maka sebaik-baiknya jihad ialah mengerjakan ibadah haji yang mabrur” / Riwayat Bukhari (Riyadhusshalihiin : Hadits 1273)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tiada suatu haripun yang di situ Allah lebih banyak memerdekakan hamba-Nya dari siksa api neraka daripada hari Arafah.” / Riwayat Muslim.  (Riyadhusshalihiin : Hadits 1274)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda, “Mengerjakan umrah dalam bulan Ramadhan itu menyamai pahalanya dengan sekali beribadah haji atau sekali haji beserta saya.”/ Muttafaq ‘alaih. (Riyadhusshalihiin : Hadits 1275)

Demikian, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

Syarat Wajib Haji dan Umrah: di sini ….

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }