Kalau boleh berandai-andai. Bagaimana kalau Allah mengurangi produksi udara di muka bumi ini? Padahal kita bernafas 20 kali dalam 1 menit, berarti dalam sehari kita bernafas sebanyak 28.800 kali. Sekali bernafas kita memerlukan 0,5 liter udara. Berarti dalam sehari kita membutuhkan 14.400 liter udara.

Udara yang kita hirup terdiri dari 20% oksigen dan 79% nitrogen, berarti sekali nafas kita membutuhkan 100 ml oksigen dan 395 ml nitrogen. Maka dalam sehari kita membutuhkan 2.880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen. Jika harga oksigen senilai Rp.25.000 perliter dan nitrogen Rp.9.950 perliter, maka udara yang dihirup oleh kita dalam sehari setara dengan uang Rp.176,6 juta, dalam sebulan sejumlah Rp.5,3 milyar, dan dalam setahun Rp.63,6 milyar.

Jika usia kita telah 50 tahun, artinya uang yang seharusnya dikeluarkan oleh kita berjumlah Rp. 3.180.000.000.000,00.-

Tetapi kita tidak pernah mentransfer uang sejumlah itu ke suatu rekening tertentu. Udara itu diberikan secara gratis. Begitulah ke-Maha lembutan Allah memberikan rezeki kepada umat-Nya.

إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Ali ‘Imran : 37).

Allahu latiifun khobiir. Saking Maha Lembutnya Allah. Saking tak terhitung nikmat-nikmat yang diberikan-Nya hingga kita sering lupa bersyukur kepada-Nya. Bagaimana andai Allah mencabut udara karena disebabkan oleh perbuatan kita sendiri yang kurang memperhatikan satu tatanan yang telah dibuat Allah. Mari kita periksa kembali bagaimana upaya kita terhadap firman-firman berikut:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. Al-Baqarah : 11)

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. Al-Baqarah : 12)

وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raaf : 56)

Ini artinya sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya. Kita hendaknya bisa menjauhi hal yang telah dilarang Allah. Dan manusia sebagi khalifatu fil ard berkewajiban menjaga alam diantaranya dengan menjaga udara agar tetap bersih dan sehat. Karena apa pun perbuatan kita setiap langkah bahkan setiap nafas-nafas kita akan diminta pertanggungjawabannya. Sebagaimana firman-Nya:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)? (QS. Al-Qiyamah : 36-38).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى  قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى

“Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan.” Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Rasulullah menjawab,”Barangsiapa yang taat kepadaku, maka masuk surga. Dan barangsiapa yang durhaka kepadaku, maka dia adalah orang yang enggan (masuk surga).” (HR. Bukhari, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ

(Sumber : Al-Qur’an, Al-Hadts dan  Sulistiyono dalam power point)

Facebook Comments