Sekolah yang bersih dan sehat tentu merupakan impian bagi semua warga sekolah. Karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat, siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan. Untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat tersebut diperlukan tanggung jawab dan peran yang partipatif dan berkelanjutan. Setiap warga sekolah harus ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Tulisan kali ini, semoga menjadikan contoh Cara Mewujudkan Sekolah yang Bersih dan Sehat.

Sebelumnya, mari kita sedikit belajar hidup bersih dari lebah. Lebah berbeda dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tetapi  lebah hanya akan mendatangi bunga-bunga dan buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nectar/ sari madu bunga. Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan.

Dari segi makanan, lebah memakan makanan yang bersih, makan makanan yang kaya nutrisi, selalu menjaga berat badan, makan dalam porsi cukup tidak kurang dan tidak meninggalkan, makan secara teratur, mengenali perangkap makanan.

Ingat, tak ada makanan baik atau buruk. Yang dikeluarkan lebah pun adalah hal yang bersih. Ini artinya seorang yang baik adalah orang yang sering berbuat kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri dan dengki. Lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik. Perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan membahagiakan. Hartanya bermanfaat bagi banyak orang.

Lebah tidak pernah merusak. Dalam melakukan aktivitasnya dilakukan secara partisipatif. Belajar dari serangga kecil ini. Upaya yang bisa dilakukan di sekolah dalam menjaga kebersihan di antaranya dengan membentuk Laskar Perduli Lingkungan Sekolah (LPLS) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Laskar Perduli Lingkungan Sekolah (LPLS) adalah seluruh peserta didik dari semua kelas yang bertugas piket kebersihan pada hari tersebut.
  2. Laskar Perduli Lingkungan Sekolah (LPLS) adalah pahlawan Lingkungan Sekolah
  3. Laskar Perduli Lingkungan Sekolah (LPLS) bertujuan menamkan karakter jiwa heroik yang memiliki “kepedulian dan kepekaan (sifat sensitif) terhadap lingkungan sekolah yang berprinsip pada watawaa shaobil haq, watawaa shaoibis shobr”
  4. Laskar Perduli Lingkungan Sekolah Tingkat Kelas (LPLSTK) secara konsisten bertugas:
    • Membersihkan kelas masing-masing
    • Merapihkan meja dan kursi
    • Membersihkan papan tulis
    • Menyimpan bangkai kursi, meja, alat kebersihan dan lain-lain pada tempat yang telah ditentukan
    • Menyiramkan air bekas membersihkan kelas ke dalam pot atau disiramkan ke bunga atau pohon
    • Mengontrol pemilahan tong sampah
    • Menyetorkan sampah ke tempat yang telah ditentukan
    • Membiasakan menegur teman yang terlihat membuang sampah sembarangan
  5. Laskar Perduli Lingkungan Sekolah (LPLS) yang anggotanya OSIS, Pramuka, Paskibra, dan PKS bertugas:
    • Menegur teman yang terlihat membuang sampah sembarangan
    • Menilai kelas yang paling aktif melakukan aksi peduli lingkungan

Demikian, semoga bermanfaat.

Gerakan Literasi sekolah: di sini ….
Facebook Comments

Share This Article