Khulasoh: Raja Habasyah Masuk Islam

1
369

Raja Habasyah Masuk Islam

  1. Tatkala orang-orang qurasy mengetahui bahwa kaum muslimin berhirah ke habasyah, mereka utus dua orang laki-laki dengan membawa hadiyah-hadiyah, meminta dari raja itu supaya ia mengembalikan orang-orang yang berhijrah dari antara orang-orang islam.
  2. Najsyi enggan menyerahkan mereka itu, sesudah Ja’far Bin Abi Thalib mengabarkan kepadanya tentang hakekat agama, islam dan membacakan permulaan surat maryam.
  3. Kedua-duanya kembali dengan tidak berhasil masuknya dan Najusyi bersama padri-padri dan pendeta-pendeta masuk islam di waktu itu (tahun je tujuh dari keNabian)
  4. Maka tentang mereka ini Allah turunkan ayat : Artinya : “Dan sesungguhnya engkau dapati orang-orang yang paling dekat percintaan mererka kepada orang-orang yang beriman itu, ialah orang-orang berkata : kami ini orang-orang mashrani; yang demikian itu karena di antara mereka ada padri-padri dan pendeta-pendeta, sedang mereka itu tidak bersombong diri”.
  5. Kemudian meninggallah raja Najasyi, lalu Rasulullah Saw menshalatkannya, tatkala Jibril memberi tahu kepada beliau tentang kematiannya. Dan inilah permulaan sembahyang jenazah terhadap orang yang ghaib.

Nabi Keluar Dari Kepungan

  1. Dalam tahun kesepuluh dari keNabian, bersepakatlah lima orang kaum qurasy yang termashur, lalu mereka merombak surat perjanjian itu.
  2. Lalu Nabi saw dan sahabat-sahabatnya keluar dari kepungan itu sesudah mereka tinggal di Syi’ib kurang lebih tiga tahun.
  3. Tidak sedikitpun makanan yang sampai kepada mareka melainkan dengan jalan sembunyi, sehingga terpaksa mereka makan daun-daun pohon.
  4. Adalah Nabi telah mengabarkan lebih dahulu, bahwa surat perjanjian itu telah dimakan anai-anai; tatkala kaum qurasy menurunkannya untuk dikoyak, mereka dapati sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi saw.

Utusan Najraan

  1. Dalam tahun ke sepuluh datanglah kepada Nabi utusan dari nasharani najran
  2. Khabar tentang Nabi sampai kepada mereka itu, dari perantaraan orang-orang yang berhijrah ke habsyah; banyaknya mereka itu 20 orang laki-laki.
  3. Rasulullah saw membacakan quran kepada mereka, lalu mereka itu semua beriman
  4. Abu Jahal mengancam mereka masuk islam. Mereka berkata kepadanya : bagi kamulah apa yang kamu pegangi, dan bagi kamilah apa yang kami pilih

Perkawinan Dengan Saudah Dan Aisyah

  1. Dalam tahun ke sepuluh dari ke-Nabian, meninggallah Siti Khadijah; Rasulullah saw sangat berduka cita atasnya, karena Khadijah sangat cinta kepada Nabi dan karena ialah yang menahan gangguan-gangguan qurasy kepada beliau.
  2. Lalu sesudah wafatnya, Nabi kawin dengan Saudah yang ditinggal mati oleh suaminya. Adalah ia seorang perempuan yang sudah lebih dahulu beriman kepada Allah dan rasulnya dan menyalahi kaum kerabatnya.
  3. Sesudah satu bulan, lalu Nabi ‘aqad dengan Aisyah, anak Abu Bakar Shidiq; ketika ia berumur 7 tahun
  4. Tidak pernah Nabi kawin dengan perawan selain Aisyah dan Nabi bercampur dengannya di Madinah.

Paman Nabi Wafat

  1. Sesudah Siti Khadijah wafat kira-kira satu bulan, wafatlah paman Nabi Abu Thalib; Rasulullah saw berduka cita atasnya
  2. Tahun itu Nabi namakan tahun dukacita, karena dalam tahun itu Nabi kehilangan istri dan pamannya.
  3. Adalah pamannya percaya kepada kebenaran yang dibawa oleh Rasul saw hanya ia tidak pernah mengucapkan pengakuannya sampai akhir masa hidupnya, karena takut celaan qurasy
  4. Tentang dirinya diturunkan ayat : Artinya : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. Maka kita berdo’a kepada Allah supaya diringankan siksaan daripadanya; juga kaum kerabat Nabi yang lain-lainnya.

Gangguan Quarasy Kepada Nabi Saw

  1. Sesudah isteri dan paman Nabi meninggal, mulailah orang-orang qurasy mengganggu Beliau.
  2. Mereka taburkan pasir ke atas Beliau dan mereka menyimpan kotoran-kotoran binatang atas Nabi ketika Nabi shalat.
  3. Sekali-kali mereka gantungi Nabi sambil berkata kepadanya : engkaulah yang mau menjadikan tuhan-tuhan kami sebagai tuhan satu
  4. Maka majulah Abu Bakar dan melepaskan Nabi dari gangguan mereka dan ia berkata kepada mereka : apakah kamu hendak membunuh seorang karena ia berkata tuhanku ialah Allah!

Hijrah Ke Thaif

  1. Tatkala Rasulullah saw melihat panghinaan qurasy kepada Beliau, berhijrahlah Beliau ke Thaif dalam tahun kesepuluh bersama Zaid Bin Haritsah
  2. Nabi menuju ke kaum Tsaqief dan meminta pertolongan dari mereka untuk melawan kaumnya
  3. Permintaan Nabi ini mereka tolak dengan penolakan yang jelek, mereka perintahkan orang-orang jahat dan orang-orang mereka memaki Nabi dan mereka lempar dengan batu sehingga mengalirlah darah dari urat-urat kakinya.
  4. Adalah Zaid Bin Haritsah yang menahan batu-batu dari Nabi sehingga beberapa batu melukai kepalanya
  5. Tatkala sudah tidak dapat hasil baik dari mereka, kembalilah Nabi ke Makkah sesudah beliau tainggal sebulan di antara mereka.

Isra Dan Mi’raj Nabi Saw

  1. Pada tahun kesebelas, Allah muliakan beliau dengan isra dan mi’raj
  2. Isra itu ialah menujunya Nabi saw pada waktu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.
  3. Dan mi’raj itu ialah naiknya Nabi saw ke alam atas dan padanya diwajibkan shalat yang lima waktu
  4. Pada pagi-pagi dari malam isra itu, Malaikat Jibril mengajarkan shalat dan waktu-waktunya kepada Nabi saw.
Mengajak Beberapa Kabilah Kepada Agama: di sini ….
.

««««« menu «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here