Ada beberapa petunjuk yang dijelaskan dalam kitab Akhlaqul Banein karangan Umar Baradja mengenai tatakrama atau Sopan Santun Terhadap Orang Sekitar, di antaranya:

Sopan Santun Anak Terhadap Kerabatnya

  1. Anak yang berakal dan tercinta, ialah yang menghormati para kerabatnya, seperti : kakek, nenek, paman dan bibi. Ia sangat mencintai mereka, oleh karena mereka mencintainya juga dan mencintai kedua orang tuanya.
  2. Ia selalu menyenangkan para kerabatnya dengan mematuhi perintah-perintah mereka serta menjenguk mereka dari waktu ke waktu, terutama pada waktu berhari-hari raya. Atau bila salah seorang dari mereka menderita sakit atau melahirkan bayi, ataupun datang dari suatu bepergian. Ia gembira bila mereka gembira dan bersedih bila salah seorang dari mereka, karena hal itu akan membuat Allah marah dan membuat marah kedua orang tua dan para kerabatnya.
  3. Anak yang berakal, mencintai pula anak-anak para kerabatnya. Ia bermain bersama mereka dan menanyakan keadaan mereka bilamana ia tidak melihat mereka, dan ia tidak senang bertamasya kecuali bersama mereka. Ia suka membantu mereka apabila mereka membutuhkan sesuatu dan tidak bertengkar atau memutuskan hubungan dengan mereka atau bersikap muram muka/cemberut terhadap mereka, tetapi ia tersenyum dan gembira bila berjumpa dengan mereka dan berbicara bersama mereka dengan pembicaraan yang baik.
  4. Anak yang berbuat baik kepada para kerabatnya akan hidup tenang dan diberi Allah rezeki yang banyak serta dipanjangkan umurnya.

 

Sopan Santun Anak Terhadap Pelayannya

  1. Pelayanmulah yang bekerja di rumahmu dan mengaturkan perabotnya serta membersihkan halamannya dan menyapu lantainya. Ayahmu menyuruhnya dalam kebutuhan-kebutuhannya. Begitu pula pelayan perempuanmu. Dialah yang memasak makananmu dan mencucikan pakaian-pakaianmu, membantu ibumu dalam pekerjaan-pekerjaannya dan pergi ke pasar setiap hari.
  2. Maka wajiblah engkau menggunakan akhlak yang baik terhadap pelayan laki-laki dan pelayan perempuan. Apabila engkau menyuruh sesuatu kepada salah seorang dari mereka, maka berbicaralah padanya dengan lemah lembut dan janganlah mengganggunya atau bersikap sombong terhadapnya. Apabila ia bersalah, janganlah engkau membentaknya, tetapi ingatkan dia atas kesalahannya dengan lemah lembut, dan maafkan dia. Apabila engkau bersalah, maka katakanlah yang sebenarnya dan janganlah menghubungkan kesalahan itu kepada pelayan.
  3. Apabila engkau memanggilnya dan ia tidak menjawab dengan segera, maka janganlah marah kepadanya, karena mungkin saja ia tidak mendengar suaramu. Begitu pula jika engkau menyuruhnya untuk melakukan sesuatu lalu ia berlambat-lambat, maka jangan terburu-buru menegurnya, mungkin saja ia berhalangan. Waspadalah jangan memukulnya atau memakinya atau meludahi wajahnya. Tidaklah seseorang melakukan hal itu kecuali anak yang buruk akhlaknya dan akan dibenci semua orang.
  4. Janganlah duduk bersama pelayan dan jangan pula berbicara kepadanya kecuali seperlunya. Janganlah engkau bergurau bersamanya agar ia tidak berani kepadamu atau engkau mendengar perkataan yang tidak pantas darinya.

 

Sopan Santun Anak Terhadap Para Tetangganya

  1. Ayah dan ibumu menyukai tetangga-tetangga mereka. Keduanya suka agar engkau menyukai mereka pula, karena mereka membantu kedua orang tuamu pada waktu ada keperluan. Ibumu kadang-kadang meminjam sebagian alat-alat dan barang pecah belah dari mereka, mereka pun meminjamkan barang-barang itu dengan senang hati. Apabila seseorang di rumahmu sakit, maka tetangga-tetanggamu datang untuk menjenguknya dan mendo’akan kesehatannya.
  2. Maka bersikaplah sopan santun terhadap tetangga-tetanggamu wahai anak, dan gembirakanlah hati mereka dengan menyukai anak-anak mereka, dan tersenyumlah di hadapan mereka, serta bermainlah dengan sopan bersama mereka. Hati-hatilah, jangan engkau bertengkar dengan mereka atau mengambil mainan mereka tanpa seizin mereka atau membanggakan pakaian dan uangmu kepada mereka. Apabila ibumu memberimu makanan atau buah-buahan, maka janganlah memakannya sendiri sedangkan anak-anak tetanggamu melihat kepadamu. Hati-hatilah pula agar jangan mengejek tetangga-tetanggamu atau mengeraskan suaramu pada waktu mereka sedang tidur atau melempar rumah-rumah mereka, ataupun mengotori dingding-dingding dan halaman-halaman mereka, atau melihat kepada mereka dari lubang-lubang dinding dan pintu.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Facebook Comments