Nasihat Umar Baradja kepada Anak-anak

0
365

Nasihat Umar Baradja kepada Anak-anak terdapat dalam kitab Akhlaqul Banein. Berikut ini adalah nasihat-nasihat yang baik sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Wahai anak cerdas! Apabila engkau meminta sesuatu dari seseorang, janganlah mengatakan kepadanya : berilah itu, lakukan begini, misalnya. Akan tetapi, gunakanlah kesopanan dan katakanlah : silahkan, atau tolong lakukan begini. Kemudian berterima kasih kepadanya atas bantuannya bagimu dengan mengucapkan: terima kasih, atau saya ucapkan terima kasih kepadamu, atau semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.
  2. Apabila seseorang berbicara kepadamu, maka dengarkanlah kepadanya. Janganlah memutuskan pembicaraannya, tetapi tunggulah sampai ia selesai darinya. Apabila ia menyampaikan perkataan kepadamu atau bercerita, sedangkan engkau telah mendengar cerita itu, maka janganlah engkau katakan kepadanya, “Aku telah mendengar cerita ini,” agar tidak patah hatinya.
  3. Peliharalah kebersihan gigimu dengan menggunakan siwak atau sikat gigimu setiap hari, hingga tetap bersih dan tidak rusak. Janganlah engkau menghisap jarimu atau menggigit kuku-kukumu dengan gigi-gigimu atau memasukan jarimu di dalam hidungmu atau telingamu, terutama di hadapan orang-orang.
  4. Termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk adalah, bila anak menyelidiki rahasia-rahasia orang lain. Jika melihat surat yang bukan miliknya, ia membacanya, atau melihat seseorang membaca surat, ia bertanya kepadanya darimana surat itu dan apa isinya? Atau ia menjumpai dua orang berbicara di dekatnya, lalu ia mendekati kedua orang itu untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
  5. Termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk pula adalah bila murid makai kitab anak lain atau pensilnya tanpa seizinnya atau menemukan sesuatu yang hilang di jalan, lalu memilikinya. Ia wajib mengembalikannya kepada pemiliknya. Dan juga bila ia meminjam sesuatu, lalu merusakkannya atau tidak ingin mengembalikannya kepada pemiliknya.
  6. Termasuk kebiasaan-kebiasaan yang tidak disukai pula, apabila seorang anak ditanyai, lalu ia menjawab dengan menggerakkan kepadanya atau bahunya, atau segera menjawab, padahal yang ditanya adalah orang lain.
  7. Adalah merupakan perbuatan tercela bila seorang anak tidak memotong rambutnya atau mencukurnya ataupun menyisirnya, sehingga menjadi panjang dan buruk pemandanganya. Juga bila ia tidak menggunting kuku-kukunya, sehingga menumpuk kotoran-kotoran dibawahnya dan jika ia tidak mandi atau tidak mengganti bajunya sehingga keluar bau busuk darinya.
  8. Janganlah bermain sesuatu yang membahayakanmu seperti : tanah, api, dan kotoran-kotoran. Terkadang anak bermain korek api sehingga api menyala di pakaiannya dan membakar tubuhnya, atau bermain dengan kotoran-kotoran sehingga terkena kudis dan gatal-gatal.Berhati-hatilah agar supaya engkau tidak tergelincir di atas anak tangga atau menaiki genteng, ataupun pohon agar tidak jatuh sehingga patah atau luka salah satu dari anggota-anggota tubuhmu.
  9. Peliharalah kesehatanmu dengan berolah raga di udara bersih setiap pagi agar sehat tubuhmu, karena udara yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Hiruplah udara dengan hidungmu, bukan dengan mulutmu. Jauhilah udara yang kotor. Jangan memakan makanan yang terbuka, mungkin saja cecak atau tikus ataupun serangga-serangga lainnya telah berjalan di atasnya. Janganlah memakan buah yang mentah atau busuk. Makanlah buah yang masak setelah mencucinya baik-baik dan jangan meminum air keruh. Jangan biarkan nyamuk menggigitmu. Hindari lalat dan usirlah ia dari wajahmu. Janganlah memakan makanan yang dihinggapinya dan jangan pula makan seperti anak-anak rakus yang makan dari makanan-makanan yang dijual di jalan-jalan, dalam piring yang kotor dan dibiarkan terkena debu-debu dan lalat-lalat.
  10. Termasuk kebiasaan-kebiasaan yang merugikan pula adalah berlebih-lebihan dan pemborosan. Misalnya : jika ayah memberikan anaknya beberapa rupiah, ia membeli barang-barang yang tidak berguna baginya atau tidak membutuhkannya benar-benar. Maka ia terpaksa berhutang dari teman-temanya, bila membutuhkan sesuatu dan membiasakan berhutang sejak kecilnya.Adapun anak yang berakal, maka ia suka menabung dan menyimpan, untuk itu ia tidak perlu berhutang, maka ia akan hidup senang dan gembira.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

.

««««« baca juga «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here