Kisah-kisah Teladan Sebagai Bekal Kehidupan

0
477

Inspirasi: Berikut ini adalah Kisah-kisah Teladan Sebagai Bekal Kehidupan. Kisah-kisah ini diceritakan oleh Umar Baradja dalam kitab Akhlaqul Banein :

Abdullah di Dalam Rumahnya

Abdullah adalah teladan dalam hal sopan santun dan ketertiban di dalam rumahnya. Ia mandi setiap pagi dan sore. Ia memperhatikan kebersihan pakaian dan kitab-kitabnya, serta meletakkannya denga rapi di tempat yang khusus. Ia tidak membuang ingus di bajunya atau dingding, tetapi di sapu tangan, serta tidak meludah di atas lantai, tidak mengotori pintu-pintu, tidak menulis di dinding-dinding atau memanjat pohon-pohon. Ia tidak bermain dengan melempar batu-batu agar tidak memecahkan kaca jendela-jendela atau mengganggu lainnya.

Abdullah menjabat tangan kedua orang tuanya dan saudara-saudara perempuannya setiap pagi dan sore. Ia tidak memasuki kamar siapa pun tanpa izin, ia tidak suka duduk-duduk bersama pelayan-pelayan, dan tidak memberitahu kepada siapa pun tentang apa-apa yang terjadi di dalam rumahnya.

Termasuk kebiasaanya yang baik adalah tidur pada permulaan malam dan bangun pagi-pagi benar, memelihara shalat-shalatnya dan mempelajari pelajaran-pelajarannya. Ia tidak bermain, kecuali pada waktu bermain dan ia selalu mendengarkan nasihat-nasihat ayah dan ibunya.

Dengan demikian Abdullah akan mendapatkan keridhaan kedua orang tuanya dan keluarganya. Ia akan hidup berbahagia bersama mereka.

.

Shaleh dan Ibunya

Shaleh adalah seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Pada suatu hari ibunya sakit. Shaleh sangat bersedih. Ia minta izin dari guru-gurunya untuk tinggal dengannya di rumah dan melayaninya, karena ia tidak punya pelayan perempuan.

Kadang-kadang shaleh membelikan obat untuknya dari apotik dan sekali waktu ia membelikan makanan baginya serta buah-buahan dari pasar. Ia menghidangkan makanan atau obat yang dibutuhkannya dan menghibur hatinya dengan perkataan yang baik. Setelah beberapa hari, ibunya sembuh dari sakitnya. Shaleh sangat gembira, dan terus berdo’a kepada Allah agar menjaga ibunya dan mengekalkan kesehatannya.

.

Kasih Sayang Ayah

Ada seorang laki-laki mempunyai seorang anak yang keras kepala. Seringkali ayahnya melarangnya mengganggu binatang dan memanjat pohon, akan tetapi ia tidak mendengarkan perkataannya.

Pada suatu hari ia memukul seekor kucing. Maka kucing itu menggigit kakinya sehingga melukainya dan ia merasa sangat kesakitan. Ia tidak dapat tidur ataupun makan karena sakit. Maka ayahnya memanggilkan dokter, dan menderita kerugian yang banyak untuk biaya dokter dan harga obat-obatan. Akan tetapi ayahnya tidak memperdulikan hal itu, karena ia ingin anaknya lekas sembuh.

Beberapa waktu kemudian sembuhlah anaknya. Maka anak itu insyaf dari kebiasaannya yang buruk dan berjanji kepada ayahnya untuk selalu melakukan nasihat-nasihatnya dan tidak menentangnya, sehingga ia selamat dari gangguan dan ia pun hidup senang.

.

Dua Saudara yang Saling Mencintai

Ali dan Ahmad adalah dua saudara yang saling mencintai. Keduanya pergi ke sekolah bersama-sama dan pulang bersama-sama. Keduanya saling membantu untuk menunaikan kewajiban mereka. Keduanya membaca pelajaran mereka di rumah dan di sekolah, dan bermain bersama-sama pada waktu bermain.

Pada suatu hari Ali membeli dua buah kitab. “Bimbingan Akhlak” maka ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayahku. Tolong beritahukan aku dimana saudaraku Ahmad? Aku ingin mengahadiahkan kepadanya sebuah dari kitab ini.” Ayahnya sangat bergembira dan memberitahukan bahwa saudaranya berada di ruang belajar.

Maka pergilah Ali dengan segera menuju ke ruang belajar, saat itu saudaranya sedang mengulangi pelajaran-pelajarannya. Ali memberi salam kepadanya dan memberinya buku. Ia tersenyum gembira, Ahmad menerimanya dengan mengucapkan terima kasih kepada saudaranya atas hadiahnya yang berharga.

Kemudian Ahmad memberikan kepada Ali sebuah kotak mungil tempat menyimpan pensil. Ia berkata, “Ini hadiahku untukmu wahai saudaraku yang mulia.’ Ali senang sekali terhadap saudaranya dan gembira menerima kotak itu seta berterima kasih kepadanya.

Ketika guru mendengar cerita itu, ia sangat gembira terhadap kedua anak itu dan memuji mereka di hadapan murid-murid. Beliau berkata. “Wahai anak-anak, lihatlah kepada Ali dan Ahmad, alangkah berbahagianya mereka. Jadilah kalian semua seperti kedua saudara ini agar kalian hidup bahagia dan senang.”

.

Mustafa dan Kerabatnya Yahya

Mustafa adalah seorang anak yang kaya, tetapi ia rendah hati dan sopan santun. Ia tidak sombong kepada siapapun dan ia suka membantu orang-orang yang membutuhkan terutama sekali jika mereka dari kerabatnya.

Pada suatu hari Mustafa melihat seorang kerabatnya, Yahya putra pamanya memakai baju robek. Maka hatinya merasa iba dan ia pun cepat-cepat pergi ke rumahnya dan mengambilkan baju baru. Kemudian ia memberikan kepada Yahya dan berkata, “Silahkan wahai anak pamanku tercinta, terimalah dariku hadiah ini.” Yahya menerimanya dan kedua matanya penuh air mata karena gembira dan senang, serta berterima kasih banyak kepadanya atas kebaikannya.

Ketika ayah Mustafa mengetahui cerita ini, ia pun sangat gembira atas bantuannya kepada kerabatnya itu, dan memuji atas kebaikan budinya.

.

Hamid dan Para Tetangganya

Hamid adalah anak yang baik hati dan sopan santun. Ia dicintai oleh keluarga dan tetangga-tetangganya, karena ia tidak mengganggu anak-anak mereka dan tidak bertengkar atau saling memaki terhadap mereka dan tidak pula memutuskan hubungan dengan seorang pun dari mereka.

Ia belajar bersama anak-anak tetangganya di suatu sekolah. Setiap hari jika hendak pergi ke sekolah, ia berjalan bersama mereka. Begitu pula jika hendak pulang.

Pada waktu bermain ia bermain bersama dan ia suka membantu orang-orang yang membutuhkannya dari mereka. Bila tidak melihat salah seorang dari mereka, ia menanyakannya. Apabila sakit, ia datang menjeguk ke rumahnya.

Demikianlah Hamid hidup bersama anak-anak tetangganya dalam keadaan senang dan gembira, bersatu dan penuh persahabatan, dengan sopan santun dan kebaikan hatinya.

Demikian, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here